Transaksi Ramadan Luwu Utara Naik Rp 19 Miliar, THR Rp 32 Miliar

Nurul H. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 90 dibaca
Bisik.id
Transaksi Ramadan Luwu Utara Naik Rp 19 Miliar, THR Rp 32 Miliar

Gambar atau konten salah?

Di Kabupaten Luwu Utara, transaksi ekonomi selama bulan Ramadan melonjak menembus Rp 19 milliar. Peningkatan ini didorong oleh aktivitas di berbagai sektor, mulai dari perdagangan hingga jasa.

Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, menerima laporan tersebut pada 22 Maret 2026 dan menyatakan optimis bahwa pertumbuhan ini akan memacu ekonomi kerakyatan di masa mendatang.

“Selama Ramadan, konsumsi rumah tangga meningkat signifikan. Ini berdampak langsung pada naiknya perputaran uang di masyarakat,” jelasnya.

Ia menyoroti nilai THR di Luwu Utara yang mencapai Rp 32 milliar. “THR nilainya mencapai Rp 32 milliar, dan persentase uang yang berputar di Luwu Utara sendiri sebanyak 60%,” katanya.

Andi Rahim menegaskan bahwa pencairan THR tepat waktu menjadi penunjang utama perputaran uang. Menurutnya, THR ASN terbayarkan pada 10 hari terakhir Ramadan. “Pencairan THR mempengaruhi kenaikan belanja masyarakat, ditambah lagi dengan surat edaran yang Pemda buat agar THR dibelanjakan di dalam Kabupaten Luwu Utara agar uang tersebut bisa kembali berputar di Kabupaten Luwu Utara,” jelasnya.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa tingkat perputaran uang masyarakat dipicu oleh musim panen tambak ikan, padi, durian, sawit, dan gabah yang harganya baik. “Ramadan kemarin bertepatan dengan musim panen perikanan dan pertanian, terus panen durian, panen sawit, panen gabah yang harganya lagi baik dan panen petani sedang naik volumenya jadi daya beli masyarakat juga ada,” ungkapnya.

Andi Rahim menambahkan bahwa pertumbuhan juga didorong oleh Pemda Lutra yang memberdayakan UMKM melalui inovasi kampung Ramadan. Ia menjelaskan, “Pemda juga membuat sebuah inovasi yaitu adanya kampung Ramadan, dimana semua jenis makanan takjil dijual di sini, sehingga mengundang antusias masyarakat untuk berbelanja.”

“Nah hal ini menunjukkan geliat ekonomi kerakyatan semakin tumbuh selama bulan suci. Namun tentunya Pemda berharap tren positif ini dapat terus berlanjut, tidak hanya Ramadan, tetapi juga di bulan-bulan berikutnya. Dengan meningkatnya perputaran uang dan aktivitas ekonomi, kesejahteraan masyarakat diharapkan ikut meningkat,” tutup Andi Rahim.

Kenaikan transaksi ini menunjukkan potensi ekonomi daerah yang kuat, terutama melalui perputaran uang dan dukungan pemerintah daerah.

Transaksi RamadanTHRPerputaran UangUMKMKampung RamadanEkonomi KerakyatanMusim PanenLuwu Utara

Komentar

Memuat komentar...