Transport Co. Tambah Armada Bus 7.000 Perjalanan Songkran
Gambar atau konten salah?
Bangkok, Thailand, mempersiapkan semua moda transportasi untuk menghadapi lonjakan perjalanan yang akan terjadi selama perayaan Songkran. Bus menjadi salah satu fokus utama, karena banyak turis yang akan datang.
Operator bus milik negara, Transport Co., menambah armada dan mengoptimalkan layanan harian. Perusahaan ini akan mengerahkan bus tambahan, meningkatkan layanan harian menjadi lebih dari 7.000 perjalanan, dan membekukan tarif selama periode liburan utama.
Menurut Attawit Rakjamroon, Presiden Transport Co., “Perusahaan akan memfasilitasi perjalanan selama Songkran 2026 sesuai kebijakan Kementerian Transportasi.”
Jaringan layanan ini mencakup perjalanan bus antar kota di seluruh wilayah Thailand, khususnya menghubungkan Bangkok dengan berbagai provinsi selama libur Songkran.
Untuk menanggulangi lonjakan penumpang, Transport Co. telah menyiapkan lebih dari 500 kendaraan. Armada tersebut terdiri dari bus baru, bus operasional milik perusahaan, serta bus sewaan.
Perusahaan juga mendapat dukungan dari sekitar 6.000 bus layanan bersama dan 1.200 bus non-jadwal lainnya, atau kendaraan tambahan yang terdaftar di bawah kategori 30. Armada khusus ini dioperasikan untuk memastikan kapasitas cukup dan tidak ada penumpang yang tertinggal.
Untuk periode keberangkatan 09 April 2026 – 12 April 2026, Transport Co. memperkirakan jumlah penumpang mencapai 160.000 hingga 180.000 orang per hari. Untuk melayani lonjakan tersebut, disiapkan sekitar 7.000 hingga 8.000 perjalanan bus setiap hari, baik menggunakan armada Bor Kor Sor maupun bus layanan bersama.
Sementara itu, pada periode arus balik 16 April 2026 – 19 April 2026, jumlah penumpang diperkirakan menurun menjadi sekitar 120.000 orang per hari. Kebutuhan perjalanan bus pun ikut berkurang menjadi sekitar 6.000 perjalanan per hari.
Keselamatan menjadi perhatian utama. Transport Co. memastikan seluruh bus dalam kondisi siap jalan sebelum keberangkatan, dan pengemudi berada dalam kondisi fisik yang prima saat bertugas.
Perusahaan juga mengingatkan seluruh staf dan operator layanan bersama untuk tidak merugikan penumpang. Praktik seperti penjualan tiket fiktif, penarikan tarif di atas ketentuan, membawa penumpang melebihi kapasitas, hingga menurunkan penumpang di tengah perjalanan dilarang keras. “Tujuannya adalah untuk mencegah keluhan dan memastikan penumpang mendapat perlakuan yang adil,” ujar Transport Co..
Operator layanan bersama, yang tetap mempertahankan tarif selama periode 06 April 2026 – 19 April 2026, akan mendapat kompensasi atas selisih harga. Dana kompensasi tersebut berasal dari Dana Keselamatan Jalan.
Mulai 20 April 2026 dan seterusnya, tarif akan disesuaikan sesuai keputusan Dewan Pengendalian Transportasi Darat Pusat, agar harga tiket mencerminkan kenaikan biaya bahan bakar.
Dengan rencana yang matang, Transport Co. berusaha menjaga kenyamanan dan keamanan bagi ribuan penumpang yang akan menggunakan bus selama perayaan Songkran. Kesiapan ini menunjukkan komitmen pemerintah dan operator swasta dalam mengelola mobilitas publik di masa liburan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bandara Husein Sastranegara Dipertimbangkan Rute Luar Jawa
Trans Luxury Hotel Surabaya Buka, Soft Opening Rp999.000
Jatiluwih: Turis Asia Domestik Naik, Barat Turun Pasar Konflik
Pendaki Terjatuh di Gunung Semeru, Evakuasi Sempat Lama
Allo PayLater dan Allo Prime Diskon 20% di Trans Studio
Prabowo Aktifkan Bandara Husein, Bandara Kertajati Terancam
Berita Terbaru
Operasi Patuh 2026: 14 Hari Tepatkan Lalu Lintas Nasional
Vlahovic Bebas: Arsenal Tertarik, Juventus Tak Berikan Kontrak
Fabiola Elizabeth Tersangka Penipuan Online Internasional
Pedagang Valas Kaki Lima di Jalan Kwitang Terima Dolar Rusak
Kebakaran 4 Ha di Bangka Barat Padam dalam 1 Jam pada 3 Juni
Khutbah Jumat Akhir Tahun: Refleksi dan Muhasabah 1447 H
Curacao masuk Piala Dunia 2026, Chong satu pemain asli
