Tujuh Hidangan Bernama Raja dan Ratu dari Seluruh Dunia
Gambar atau konten salah?
Di balik setiap hidangan yang lezat, ada cerita sejarah yang menunggu diungkap. Beberapa makanan di dunia mendapatkan namanya dari raja, ratu, dan tokoh bangsawan yang pernah memerintah. Nama-nama ini tidak hanya memberi identitas pada rasa, tetapi juga mengingatkan kita pada masa lalu yang penuh kejayaan.
Fenomena ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh kerajaan dalam kehidupan sehari‑hari. Tak heran bila banyak chef atau masyarakat pada masa lalu menamai hidangan tertentu sebagai bentuk penghormatan. Makanan menjadi simbol kehormatan bagi para pemimpin, sekaligus cara menyebarkan cerita tentang mereka.
Menurut laporan yang dilansir dari Times of India, ada tujuh kuliner ikonik yang terinspirasi dari bangsawan. Setiap hidangan membawa sejarahnya sendiri, mulai dari Inggris, Italia, hingga Swedia dan Prancis. Berikut uraian singkat tentang masing‑masing.
Victoria Sponge Cake dinamai dari Ratu Victoria. Kue ini terkenal karena teksturnya yang ringan dan lembut. Dua lapisan sponge cake diisi selai stroberi dan krim, menciptakan kombinasi rasa yang sederhana namun memikat. Ratu Victoria sendiri dikenal suka menikmati kue ini saat teh sore, sehingga kue ini menjadi favorit dalam acara formal maupun santai.
Beef Wellington adalah hidangan mewah yang terdiri dari daging sapi dilapisi jamur, kemudian dibungkus dengan pastry. Nama “Wellington” berasal dari Duke of Wellington, tokoh militer Inggris yang terkenal karena kemenangan di Pertempuran Waterloo. Hidangan ini sering disajikan pada acara spesial atau jamuan makan malam kelas atas.
Margherita Pizza berasal dari Italia dan dinamai dari Ratu Margherita. Pizza ini menampilkan topping sederhana: tomat, mozzarella, dan daun basil. Warna topping ini melambangkan bendera Italia—merah, putih, hijau. Kesederhanaan Margherita menjadi kekuatannya; bahan berkualitas tinggi membuatnya menjadi salah satu pizza paling populer di dunia.
Coronation Chicken dibuat khusus untuk merayakan penobatan Ratu Elizabeth II pada tahun 1953. Hidangan ini terdiri dari potongan ayam yang dicampur saus krim, mayones, dan rempah‑rempah khas. Menu ini mencerminkan perpaduan budaya Inggris dengan pengaruh internasional, terutama dari India. Hingga kini, Coronation Chicken sering dijadikan isian sandwich atau salad.
Princess Cake atau Prinsesstårta berasal dari Swedia dan terinspirasi oleh putri kerajaan. Kue ini menampilkan lapisan marzipan berwarna hijau, serta isian krim, selai, dan sponge cake lembut. Penampilannya yang menarik dan rasa ringan membuatnya sering disajikan pada perayaan ulang tahun atau acara spesial.
Chicken Marengo konon diciptakan setelah kemenangan Napoleon Bonaparte dalam Pertempuran Marengo. Hidangan ini sederhana: ayam, tomat, bawang putih, dan minyak zaitun. Meskipun lahir dari kondisi darurat, Chicken Marengo kini menjadi salah satu hidangan klasik Prancis yang terkenal. Kisah di baliknya menambah nilai historis yang membuatnya menarik untuk dinikmati.
King Cake adalah kue tradisional yang identik dengan perayaan Epiphany atau Hari Tiga Raja dalam tradisi Kristen. Kue ini biasanya dihias dengan warna cerah—ungu, hijau, dan emas—yang memiliki makna simbolis. Selain rasanya yang manis dan kaya, King Cake memiliki tradisi unik: menyembunyikan benda kecil di dalamnya. Siapa pun yang mendapatkannya dipercaya akan mendapatkan keberuntungan.
Setiap hidangan ini tidak hanya menggugah selera, tetapi juga membawa cerita tentang masa lalu. Dari Inggris hingga Italia, dari Swedia hingga Prancis, nama-nama bangsawan tetap hidup dalam setiap gigitan. Makanan menjadi jembatan antara sejarah dan kehidupan sehari‑hari, mengingatkan kita bahwa rasa dan cerita sering berjalan beriringan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
5 Restoran Tertua Indonesia Selama Lebih Dari Seabad
Galbitang: Sop Iga Korea, Menu Sederhana Menikmati Keluarga
Sambal Bawang Bu Rudy: Pedas Nendang, Mudah Dibuat di Rumah
Kopi Selai Kacang: Minuman Sehat, Creamy, Mudah Dibuat
Warung Nasi Goreng Salatiga Viral karena Timun Utuh
Jagakarsa: 7 Tempat Kuliner Tradisional yang Harus Dicoba
Berita Terbaru
Pertamax Naik ke Rp 16.250 per Liter, Kenaikan Terhindarkan
BGN Tolak Rumor Pembagian Keuntungan MBG ke Presiden
SIM Digital Diterima Hukum, Namun Pengendara Harus Bawa Fisik
Ayyoub Bouaddi Dominasi Brasil di Piala Dunia 2026 Di MetLife
Yonathan Baskoro Ketua PBPI Denpasar, Fokus Padel Turisme
ONIC vs BTR, Final MPL ID S17: Siapa Juara? Semangat Penuh
Probiotik Manis: Gula Tinggi, Risiko Diabetes, Konsumen
5 Restoran Tertua Indonesia Selama Lebih Dari Seabad
KAI Access: Subkelas Ekonomi Berbeda, Harga Tergantung Kode