Turis 28 Tahun Merusak Patung Neptunus Florence, Tuntut

Nita W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 59 dibaca
Bisik.id
Turis 28 Tahun Merusak Patung Neptunus Florence, Tuntut

Gambar atau konten salah?

Patung Neptunus di Piazza della Signoria menjadi salah satu ikon wisata di Kota Florence, Italia. Patung marmer kolosal ini biasanya menjadi latar bagi para fotografer, namun pada 24 April 2026 seorang turis wanita berusia 28 tahun memutuskan untuk memanjatnya demi foto pra‑wedding.

Ia memanjat patung tersebut dan, sebagai lelucon, menyentuh alat kelamin patung. Aksinya terlihat oleh polisi, yang segera menurunkan wanita itu dari monumen. Saat interogasi, ia menjelaskan bahwa tindakan itu merupakan tantangan dari teman-temannya.

Para ahli dari dewan kota memeriksa patung setelah insiden. Mereka menemukan bahwa lelucon tersebut telah merusak kedua kaki kuda yang menaiki patung serta relief yang dipegangnya agar tidak tergelincir. Kerusakan ini dianggap kecil namun signifikan.

Perkiraan biaya perbaikan diperkirakan sebesar Euro 5.000 (sekitar Rp 101 jutaan). Polisi menuntut wanita tersebut karena merusak aset artistik dan arsitektur.

Insiden ini bukan pertama kalinya. Pada tahun 2005, setelah seorang pengunjung memanjat patung, kamera CCTV dipasang. Pengunjung tersebut mematahkan salah satu tangannya dan merusak kereta kudanya. Pada 2023, seorang turis Jerman menyebabkan kerusakan signifikan dengan mencoba memanjat monumen tersebut untuk mengambil foto selfie. Pada musim panas yang sama, sepasang muda mencoba memanjat replika patung David karya Michelangelo di Piazzale Michelangelo.

Meski pengawasan di sekitar landmark Florence semakin ketat, musim panas selalu berlalu tanpa insiden serupa. Menurut Giorgio Caselli, yang mengelola kantor seni rupa dewan kota, semakin menjadi tren bagi pengunjung untuk memanjat monumen sebagai tantangan.

Caselli mengatakan, “Kontak fisik dengan monumen jauh dari kesadaran objektif, emosional, dan intelektual yang kita harapkan dan sukai terhadap warisan monumental kita. Kita tidak boleh membiarkan diri kita sendiri memberikan konsesi apa pun terhadap ketidaktahuan dan kedangkalan yang menjadi ciri tindakan tersebut,

Ia menambahkan, “Tujuan kita haruslah untuk membangkitkan dan menyembuhkan rasa tanggung jawab warga negara bagi mereka yang sering mengunjungi kota, yang bukan hanya menunjukkan rasa hormat kepada orang lain, tetapi juga kepada monumen,

Florence adalah salah satu kota yang paling banyak dikunjungi dan padat penduduknya di Eropa, menarik sekitar 16 juta wisatawan setiap tahun. Warga Florence sangat melindungi warisan mereka dan memandang para pengunjung dengan curiga. “Mungkin karena mereka tidak tinggal di kota itu, mereka menganggapnya lebih seperti permainan,” pungkasnya.

Insiden ini menegaskan betapa pentingnya menghormati situs bersejarah. Setiap tindakan yang menyalahi ketentuan dapat menimbulkan kerusakan yang memerlukan biaya besar dan menurunkan nilai budaya bagi semua orang.

Patung NeptunusPiazza della SignoriaFlorenceturis wanitamerusak monumenpolisibiaya perbaikan

Komentar

Memuat komentar...