Turis Luar Negeri Tertolak Masuk Trek Padar, Protest Viral

Arif S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 61 dibaca
Bisik.id
Turis Luar Negeri Tertolak Masuk Trek Padar, Protest Viral

Gambar atau konten salah?

Labuan Bajo, 04 Maret 2026 – Beberapa wisatawan asing mengekspresikan kemarahan setelah mereka ditolak masuk untuk trekking ke Pulau Padar, bagian dari Taman Nasional Komodo. Mereka sudah berada di pulau tersebut ketika petugas menolak mereka, dan aksi protes tersebut segera menjadi viral di media sosial.

Video yang beredar menunjukkan para turis menunggu di depan loket tiket Pulau Padar. Di sana, mereka terlihat frustrasi karena tidak dapat melanjutkan perjalanan. Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Hendrikus Rani Siga, kemudian menanggapi insiden tersebut.

Hendrikus menjelaskan bahwa penolakan terjadi karena kuota harian sudah habis. 1.000 slot trekking ditetapkan per hari, dan pada hari itu semua slot sudah terisi. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini masih dalam fase uji coba.

Namun, pada hari Sabtu, BTNK memutuskan untuk menambah 200 tiket tambahan. “Tambah kuota 200 tiket,” kata Hengki, sapaan Hendrikus. Ia menambahkan bahwa penambahan kuota masih memungkinkan karena penerapan 1.000 kunjungan per hari masih dalam tahap percobaan. Menurutnya, penambahan ini juga mempertimbangkan tingginya kunjungan wisatawan seperti yang terjadi sebelumnya.

Hengki berspekulasi bahwa para wisatawan sudah tiba di Pulau Padar dan kemudian melakukan protes karena tidak mengetahui bahwa kuota trekking telah terisi. Kondisi ini disebabkan karena mereka tidak mendaftar masuk ke Taman Nasional Komodo melalui aplikasi SiOra. “Kalau kuota sudah habis, wisatawan jangan ke Taman Nasional Komodo,” tegaskan Hengki. Ia menegaskan pentingnya setiap pelaku usaha pariwisata memastikan setiap wisatawan yang dibawa ke TN Komodo sudah membeli tiket melalui SiOra.

Kunjungan wisatawan ke TN Komodo dibatasi maksimal 365 ribu orang per tahun. Kebijakan ini mulai diberlakukan pada 2026 dengan menetapkan kuota 1.000 wisatawan per hari. Jumlah kuota tahunan ini didasarkan pada data kunjungan tahun-tahun sebelumnya dan perhitungan daya dukung serta daya tampung TN Komodo pada 2018. Pada 2025, jumlah kunjungan mencapai 429.509 orang. Kajian tersebut dilakukan oleh Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Bali Nusra dan World Wide Fund for Nature (WWF), sebuah organisasi konservasi independen dunia.

Hengki menjelaskan bahwa batas optimum kunjungan menurut hasil kajian 2018 adalah 366 ribu sekian‑sekian (366.108) per tahun, namun untuk memudahkan, ia menyarankan pendekatan rata‑rata 1.000 per hari. Kuota 1.000 kunjungan per hari ke Pulau Padar dibagi menjadi tiga sesi: pukul 05.00‑08.00 Wita, 08.00‑11.00 Wita, dan 15.00‑16.00 Wita, dengan masing‑masing sesi menampung 300‑350 orang.

Dengan kebijakan ini, pihak taman berusaha menyeimbangkan antara pelestarian lingkungan dan kepuasan wisatawan. Keputusan untuk menambah kuota pada hari Sabtu menunjukkan fleksibilitas dalam menanggapi permintaan tinggi, sekaligus menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap prosedur registrasi melalui SiOra.

Taman Nasional KomodoPulau Padarkuota trekkingSiOrawisatawan asingprotesBTNK

Komentar

Memuat komentar...