Turis Manasuka Tumbuh 10% di Indonesia Awal 2026 kini

Dian P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 49 dibaca
Bisik.id
Turis Manasuka Tumbuh 10% di Indonesia Awal 2026 kini

Gambar atau konten salah?

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa awal 2026 menjadi periode yang positif bagi sektor pariwisata Indonesia. Data menunjukkan peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada Maret 2026, jumlah kunjungan wisman mencapai 1,09 juta kunjungan, naik 10,50% dibanding Maret 2025.

Rata-rata pengeluaran wisman per kunjungan pada triwulan I 2026 mencapai USD 1.345,61 (sekitar Rp 23,4 juta), dengan rata-rata lama tinggal 10,84 malam, kata Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, melalui keterangan tertulis, dikutip Selasa, 05 Mei 2026.

Secara kumulatif, pada periode Januari-Maret 2026, jumlah kunjungan wisman mencapai 3,44 juta kunjungan, atau sekitar 8,62% lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun 2025. Kenaikan ini menandai momentum positif bagi industri pariwisata yang sedang pulih.

Malaysia 186,53 ribu kunjungan (17,14%), Australia 130,72 ribu kunjungan (12,01%), Singapura 102,82 ribu kunjungan (9,45%). Malaysia menjadi negara asal wisatawan terbesar, menunjukkan hubungan ekonomi dan budaya yang kuat di kawasan ASEAN.

BPS juga mencatat kenaikan wisatawan berkebangsaan India, khususnya Bali. Jumlah kunjungan wisatawan India pada Januari-Maret 2026 tercatat 157,10 ribu kunjungan, naik 3,90% dibandingkan Januari-Maret 2025. Secara bulanan, pada Maret 2026, jumlah kunjungan India mencapai 53,80 ribu kunjungan, naik 1,26% dibandingkan bulan sebelumnya, dan rata-rata menghabiskan waktu 7,02 malam. Kunjungan ini menunjukkan minat yang meningkat terhadap destinasi pantai dan budaya di Bali.

Pada Maret 2026, total kunjungan wisatawan asal India ke Indonesia tercatat sejumlah 53,80 ribu kunjungan, dan sebagian besar masuk melalui bandar udara Ngurah Rai, sebesar 42,46 ribu kunjungan atau 78,92% dari total wisatawan asal India yang masuk ke Indonesia, kata Amalia.

Kunjungan India pada Maret 2026 menyumbang 4,94% dari seluruh wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Kenaikan jumlah wisatawan nusantara (wisnus) signifikan pada awal 2026, didorong oleh momentum Hari Raya Idulfitri 1447 H. Berdasarkan laporan BPS, jumlah perjalanan wisnus secara kumulatif mencapai 319,51 juta perjalanan pada periode Januari-Maret 2026, meningkat 13,14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Jumlah perjalanan wisnus hingga Maret 2026 mencapai 319,51 juta perjalanan. Angka ini meningkat sebesar 13,14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, kata Amalia.

Secara bulanan, pada Maret 2026, jumlah perjalanan wisnus mencapai 126,34 juta perjalanan, naik 38,63% dibandingkan Februari 2026 dan meningkat 42,10% dibandingkan Maret 2025.

Amalia menjelaskan bahwa kenaikan tersebut sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran 2026. Pemerintah sebelumnya menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Pada periode arus mudik (H-8 hingga H+2), mobilitas keberangkatan wisnus mencapai 62,84 juta pergerakan, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 57,57 juta pergerakan. Pada periode arus balik (H+3 hingga H+10), mobilitas kepulangan wisnus tercatat mencapai 53,85 juta pergerakan, meningkat dibandingkan 48,47 juta pergerakan pada 2025. Pergerakan ini mencerminkan pola perjalanan tradisional yang masih kuat di kalangan masyarakat Indonesia.

Data ini menunjukkan bahwa pariwisata Indonesia mengalami peningkatan signifikan baik dari wisatawan asing maupun domestik, terutama di periode awal 2026. Peningkatan kunjungan wisman dan wisnus mencerminkan pertumbuhan sektor pariwisata yang berkelanjutan, meskipun masih terdapat variasi berdasarkan asal negara dan musim liburan. Peningkatan ini juga memberi sinyal bahwa sektor pariwisata masih dapat mengatasi tantangan dan memanfaatkan momentum ekonomi lokal.

BPSpariwisata Indonesia 2026kunjungan wismanwisnusIdulfitri 1447 Hmobilitas mudikBaliIndia

Komentar

Memuat komentar...