Turis Timur Mandalay Turun 65,6% ke Bali, China Naik
Gambar atau konten salah?
Bali merasakan dampak nyata dari konflik di Timur Mandel, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat penurunan jumlah wisatawan asing dari kawasan tersebut sebesar 65,60 % pada bulan 01 Februari 2026.
Konferensi pers di Denpasar, Rabu (01 April 2026), menampilkan Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, yang menyatakan penurunan turis dari Timur Mandel menjadi yang paling signifikan pada bulan tersebut. “Dari kawasan Timur Mandel ini turun paling dalam sebesar 65,60 % mungkin karena imbas adanya konflik di wilayah tersebut,” kata Agus.
Menurut Agus, dari lima pangsa pasar utama wisman ke Bali, empat di antaranya menunjukkan penurunan. Hanya Tiongkok (China) yang mencatat peningkatan, dengan 78 849 kunjungan pada Februari, naik 71,80 % dibandingkan bulan sebelumnya.
Australia tetap menjadi penyumbang wisman terbanyak dengan 99 521 kunjungan, meskipun menurun 26,16 % dibandingkan 01 Januari 2026. Wisman dari India turun sedikit, 37 132 kunjungan atau 0,59 % penurunan. Turis Korea Selatan menurun 14,21 % dengan 23 600 kunjungan, dan Rusia turun 17,47 % dengan 20 564 kunjungan.
Kelima negara tersebut menyumbang lebih dari 50 % total kunjungan wisman ke Bali. Agus menduga peningkatan wisman asal China pada Februari dipengaruhi momentum libur Tahun Baru Imlek. “Mungkin ini terkait Hari Raya Imlek, sehingga banyak wisatawan dari China yang kemudian pergi berlibur ke Bali,” tambahnya.
Secara regional, kunjungan wisatawan asal Asia meningkat 19,43 % dibandingkan 01 Januari 2026, sementara kunjungan pelancong asal kawasan lain menunjukkan tren penurunan. Turis Eropa turun 0,57 %, Oseania turun 24,92 %, Amerika dan Afrika turun masing‑masing 4,03 % dan 28,96 %.
Jumlah kedatangan wisman ke Bali tercatat sebanyak 492 289 kunjungan pada 01 Februari 2026, turun 1,97 % dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ini tercermin pada pintu masuk udara melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai, di mana kunjungan turun 2,81 %, dari 500 121 kunjungan pada 01 Januari 2026 menjadi 486 053 pada 01 Februari 2026.
Di sisi lain, kedatangan melalui pintu laut meningkat signifikan 199,23 %, dari 2 084 kunjungan pada 01 Januari 2026 menjadi 6 236 kunjungan pada 01 Februari 2026. Jalur laut ini tercatat di tiga pelabuhan: Pelabuhan Benoa, Padang Bai, dan Celukan Bawang.
Data ini menegaskan bahwa meski konflik di Timur Mandel menurunkan kunjungan wisman, Bali tetap menjadi tujuan utama bagi wisatawan dari berbagai belahan dunia. Peningkatan kunjungan dari China dan laut menandai dinamika pasar yang terus berubah, sementara penurunan di wilayah lain menandakan perlunya strategi diversifikasi pemasaran. Dengan memahami pola ini, pihak berwenang dapat menyesuaikan kebijakan dan promosi untuk menjaga daya tarik Bali di mata wisatawan global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
