Turkmenistan Buka Pintu: Visa Elektronik Tanpa Undangan Baru

Wati N. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 103 dibaca
Bisik.id
Turkmenistan Buka Pintu: Visa Elektronik Tanpa Undangan Baru

Gambar atau konten salah?

Turkmenistan pernah dikenal sebagai negara yang sangat tertutup. Istilah “negara terpencil” memang menggambarkan betapa sulitnya bagi para wisatawan menembus perbatasan negara ini. Namun, sejak memisahkan diri dari Uni Soviet pada 1991, Turkmenistan mulai membuka diri bagi para pelancong.

Setelah merdeka, negara ini bertransformasi menjadi wilayah yang dikelola oleh pemerintahan otokratis. Ekonomi utamanya berfokus pada cadangan gas alam yang melimpah, sehingga kebijakan imigrasi tetap sangat ketat. Bagi wisatawan mancanegara, proses masuk menjadi tantangan besar karena persyaratan visa yang rumit dan birokrasi yang berbelit.

Secara tradisional, pengunjung harus memiliki visa yang sudah disetujui jauh-jauh hari. Yang paling memberatkan adalah kewajiban melampirkan surat undangan resmi atau Letter of Invitation (LOI) dari pihak di dalam negeri. Tanpa LOI, perjalanan ke Turkmenistan hampir tidak mungkin dilakukan.

Namun, kabar baik muncul. Berdasarkan laporan Independent, Turkmenistan kini telah mengesahkan regulasi baru yang memangkas hambatan besar tersebut. Proses kunjungan menjadi lebih praktis karena wisatawan tidak lagi diwajibkan menyertakan surat undangan. Sebagai gantinya, pelancong hanya perlu mengisi formulir daring yang telah disederhanakan.

Menurut Time Out, kewenangan penuh mengenai jenis, prosedur penerbitan, hingga masa berlaku visa elektronik kini berada di tangan Presiden Turkmenistan, Serdar Berdymukhamedov. Meskipun aturan teknisnya masih bergantung pada keputusan kepresidenan, kebijakan baru ini dipastikan akan memangkas kerumitan birokrasi yang selama ini ada.

Perubahan ini menjadi angin segar bagi para pelancong, baik mereka yang berkunjung untuk keperluan bisnis maupun wisatawan yang ingin mengeksplorasi sisi tersembunyi negara tersebut. Setibanya di Turkmenistan, Anda akan disambut oleh deretan destinasi luar biasa yang sulit ditemukan di belahan dunia lain.

Salah satu daya tarik utama adalah Kawah Gas Darvaza, atau yang populer dijuluki “Gerbang Neraka”. Jurang raksasa berukuran 60 × 20 meter di tengah Gurun Karakum memancarkan kobaran api abadi. Api ini dimulai pada tahun 1971 ketika para ahli geologi sengaja membakar gas untuk mencegah penyebaran racun. Awalnya diperkirakan akan padam dalam beberapa minggu, namun secara mengejutkan api tersebut terus menyala hingga saat ini, menciptakan pemandangan malam yang magis sekaligus menakutkan.

Selain fenomena api abadi, Turkmenistan juga merupakan jantung Jalur Sutra. Kota oasis berusia 4 000 tahun, Merv, kini dilindungi sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Kota ini menyimpan kekayaan sejarah luar biasa yang memikat para peneliti dan wisatawan.

Wisata alamnya pun tak kalah memukau. Ngarai Yangykala, atau “benteng berapi”, menampilkan formasi batuan dramatis berwarna kemerahan. Danau Bawah Tanah Köw Ata eksotis, serta Gua Kyrk Gyz penuh misteri, menambah daya tarik bagi para petualang.

Di ibu kota, Ashgabat, arsitektur megah kontras dengan kesunyian yang sering disebut “kota orang mati”. Namun, kota ini tetap memiliki sisi yang hidup melalui Tolkuchka Bazaar, pasar Minggu legendaris yang menjadi pusat kebudayaan dan perdagangan lokal.

Secara keseluruhan, kebijakan baru ini menandai langkah penting bagi Turkmenistan dalam membuka diri. Dengan prosedur visa yang lebih sederhana, negara ini kini lebih mudah diakses, memberi peluang bagi wisatawan untuk menikmati keunikan alam dan sejarahnya tanpa hambatan birokrasi yang berat.

Turkmenistanvisa elektronikKawah Gas DarvazaMervUNESCOJalur SutraAshgabat

Komentar

Memuat komentar...