Ubi Cream Cheese Antre Tiket, Ahli Gizi Waspadai Kalori

Dwi H. · 2 min baca · 19 hari lalu · 42 dibaca
Bisik.id
Ubi Cream Cheese Antre Tiket, Ahli Gizi Waspadai Kalori

Gambar atau konten salah?

Ubi cream cheese telah menjadi sorotan di media sosial dan pusat perbelanjaan. Pada 14 Mei 2026, di sebuah pusat perbelanjaan di Kabupaten Tangerang, produk ini laris sehingga pengunjung rela antre.

Kepopulerannya tidak hanya karena tren, tapi juga karena dianggap lebih sehat dibanding dessert manis lain. Ubi, yang dianggap real food, dianggap menyehatkan dibanding roti.

Menurut dr Raissa E Djuanda, SpGK, "Karena bahan utamanya ubi, jadi seakan-akan ini dessert atau snack sehat," jelas saat dihubungi. Ia menambahkan bahwa tambahan topping berlebihan seperti cream cheese dapat meningkatkan kalori dan lemak. "Yang perlu diperhatikan, jangan sampai makan berlebihan karena dianggap 'sehat'. Padahal total kalori, gula, dan lemaknya mungkin sama saja dengan dessert lain pada umumnya," lanjutnya.

Dr. Tjandraningrum, SpGK menjelaskan bahwa ubi memang memiliki nilai gizi baik karena termasuk karbohidrat kompleks yang dicerna lebih lambat. "Sebenarnya kalau ubinya bagus ya, dia merupakan karbohidrat kompleks, jadi lambat diserap di dalam saluran cerna," ujarnya.

Namun ia menyoroti bahwa manfaat ubi bisa berkurang ketika dipadukan dengan topping tinggi lemak. "Cream cheese-nya ini lemaknya cukup tinggi. Memang sih rasanya enak, tapi kadar lemak jenuhnya tinggi. Jadi ini yang menyebabkan pada orang-orang tertentu memicu terjadinya gangguan kesehatan," katanya.

Ia juga menambahkan bahwa pada beberapa olahan ubi cream cheese, tambahan susu kental manis dapat membuat kandungan gula menjadi lebih tinggi. "Ubinya jadi kalah karena ada kandungan nutrisi yang dominan dari cream cheese dan susu kental manis. Dari cream cheese dominan lemak jenuhnya, sedangkan susu kental manis menambah kandungan gula pada makanan," lanjutnya.

Kesimpulannya, makanan berbahan dasar sehat belum tentu tetap sehat jika dipadukan dengan topping tinggi gula dan lemak secara berlebihan. Dokter menekankan pentingnya moderasi, sehingga konsumen tidak terjebak dalam pola makan yang salah.

Perkembangan tren ini menunjukkan bahwa produk yang dianggap sehat dapat kehilangan manfaatnya ketika diolah dengan bahan tambahan yang kaya kalori. Kesadaran akan kalori, gula, dan lemak tetap penting bagi siapa pun yang ingin menjaga pola makan seimbang.

Banyak konsumen yang menganggap ubi cream cheese sebagai alternatif dessert sehat. Namun, ketika topping seperti cream cheese dan susu kental manis ditambahkan, kalori dalam satu porsi bisa meningkat drastis. Bahkan, beberapa ahli gizi menekankan bahwa asupan kalori berlebih dapat memicu kenaikan berat badan dan risiko penyakit jantung. Konsumen perlu berhati-hati.

Pada 14 Mei 2029, antrean ubi cream cheese juga terlihat di sebuah supermarket, menegaskan popularitasnya tetap tinggi.

ubi cream cheesekalori tinggilemak jenuhkarbohidrat komplekspola makan seimbangmoderasirisiko penyakit jantung

Komentar

Memuat komentar...