UI Masuk Top 200 Dunia, Buka Double Degree Bersama Muhammadiyah

Vera T. · 3 min baca · 3 bulan lalu · 106 dibaca
Bisik.id
UI Masuk Top 200 Dunia, Buka Double Degree Bersama Muhammadiyah

Gambar atau konten salah?

Universitas Indonesia (UI) baru saja masuk ke dalam daftar 200 besar kampus dunia menurut pemeringkatan Quacquarelli Symonds World University Rankings (QS WUR) yang diumumkan pada 19 Juni 2025. UI menempati posisi ke‑189, menjadikannya satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang berada di peringkat tersebut.

Di Depok, Jawa Barat, pada 13 April 2026, Rektor UI Prof. Heri Hermansyah hadir dalam acara penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Acara tersebut diadakan di Balai Sidang Universitas Indonesia. Rektor mengungkapkan bahwa UI bersedia “menggendong” universitas lain di Indonesia untuk maju bersama. Ia menyamakan peran UI dengan cara universitas luar negeri yang “digendong” oleh UI, namun kali ini UI akan menjadi penggerak bagi perguruan tinggi Indonesia.

Rector menegaskan bahwa di Indonesia ada lebih dari 4.000 universitas. “Ada begitu banyak,” ujarnya. Ia menekankan bahwa UI tidak hanya ingin meningkatkan kualitas sendiri, tetapi juga membantu perguruan tinggi lain agar dapat bersaing di tingkat global.

UI telah lama memfokuskan diri pada program internasional double degree. Rektor menjelaskan bahwa program tersebut dimulai pada tahun 1999, dan pada tahun 2001 sudah berjalan secara resmi. “Artinya sudah 25 tahun,” kata Heri. Selama periode tersebut, UI telah menjalin kerja sama dengan universitas di luar negeri yang kualitasnya lebih tinggi. Contohnya, UI bekerjasama dengan University of Melbourne, yang berada di peringkat ke‑14, sementara UI berada di peringkat ke‑189. Menurut Rektor, kerja sama semacam ini “digendong” oleh UI, dan hasilnya meningkatkan kualitas pengajaran, dosen, mahasiswa, serta lulusan.

Namun, Rektor menegaskan bahwa tidak cukup hanya bergantung pada kerja sama luar negeri. “Kita harus melihat beberapa universitas lain yang ada di dalam negeri,” ujarnya. Rektor menyarankan agar UI mengimplementasikan program double degree yang sama dengan perguruan tinggi lokal. Ia menilai ini dapat menjadi pionir bagi Indonesia.

Program double degree pertama UI dengan Muhammadiyah telah diluncurkan. Rektor menjelaskan bahwa UI membuka peluang bagi mahasiswa untuk menempuh studi di dua kampus berbeda dan memperoleh dua ijazah. Skema yang dirancang misalnya mahasiswa menjalani dua tahun di Universitas Muhammadiyah dan dua tahun di Universitas Indonesia. “Pembelajaran di Universitas Muhammadiyah dan pembelajaran di UI saling mengakui, sehingga dapat ijazah dari Muhammadiyah dan ijazah dari Universitas Indonesia,” jelas Heri.

Selain itu, UI juga membuka peluang program percepatan pendidikan melalui skema 3+1+1. Program ini memungkinkan mahasiswa menyelesaikan S1 di perguruan tinggi Muhammadiyah, kemudian melanjutkan S2 di Universitas Indonesia. Rektor menyebutnya sebagai fast track, yaitu “3 plus 1 plus 1.”

Dalam kerjasama tersebut, UI bersedia menjadi pengampu. Rektor menegaskan bahwa UI bersedia “menggendong” berbagai universitas lainnya di Indonesia supaya meningkat. Ia menambahkan bahwa kerjasama ini melibatkan seluruh institusi yang ada di Muhammadiyah, sehingga mahasiswa dapat memanfaatkan fasilitas dan kurikulum yang lebih luas.

Rector juga menegaskan bahwa UI telah memiliki pengalaman panjang membuka program internasional double degree. “Dengan universitas yang kualitasnya jauh di atas Universitas Indonesia,” kata Heri, “kita digendong.”

Program double degree dengan Muhammadiyah menjadi contoh konkret bagaimana UI dapat menjadi penggerak bagi perguruan tinggi lain. Rektor menekankan pentingnya kolaborasi antar universitas, baik di dalam maupun di luar negeri, untuk meningkatkan mutu pendidikan secara keseluruhan.

Kesimpulan, Universitas Indonesia kini berada di peringkat 200 besar dunia dan berkomitmen untuk membantu perguruan tinggi lain di Indonesia melalui program double degree dan percepatan pendidikan. Kerjasama ini menunjukkan bahwa UI tidak hanya fokus pada peningkatan diri, tetapi juga berperan aktif dalam memajukan sistem pendidikan tinggi nasional.

Universitas IndonesiaQS World University RankingsDouble DegreeMuhammadiyahPenggerak Perguruan TinggiPeringkat 200 BesarKerja Sama Internasional

Komentar

Memuat komentar...