Unilever Rilis Dividen Final Rp 4,32 Triliun 2025 bagi Saham
Gambar atau konten salah?
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengumumkan akan membagikan dividen final untuk tahun buku 2025 sebesar Rp 4,32 triliun. Keputusan ini diambil di Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 4 Juni 2026.
Dalam laporan keuangan 2025, Unilever mencatat penjualan bersih sebesar Rp 31,9 triliun dan laba bersih operasi sebesar Rp 3,5 triliun. Dengan demikian, total dividen yang dibagikan untuk tahun buku tersebut mencapai Rp 7,63 triliun.
Bagian dari total tersebut adalah dividen interim, yang dibayarkan pada 30 Desember 2025. Dividen interim ini setara Rp 87 per saham atau sekitar Rp 3,30 triliun. Sisa dividen, yaitu dividen final, ditetapkan sebesar Rp 114 per saham atau Rp 4,32 triliun.
Dividen final akan didistribusikan kepada pemegang saham UNVR pada 30 Juni 2026. Menurut Presiden Direktur UNVR, Benjie Yap, “Rasio pembayaran dividen sebesar 100% menegaskan komitmen kami untuk terus memberikan nilai bagi para pemegang saham. Hal ini juga mencerminkan disiplin kami dalam mengelola alokasi modal, serta keyakinan terhadap kekuatan dan ketahanan operasional Perseroan.”
Benjie menilai bahwa pembayaran dividen optimal merupakan fondasi penting dalam menciptakan nilai berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa Unilever akan terus memperkuat fundamental bisnis dan mendorong pertumbuhan yang bertanggung jawab, menguntungkan, konsisten, dan kompetitif.
Dengan total dividen yang mencakup interim dan final, Unilever menunjukkan komitmen kuat terhadap pemegang saham dan disiplin alokasi modal yang konsisten.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026