Universitas Jadi Mitra Daerah Tangani Sampah dan Kerapihan

Sari D. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 90 dibaca
Bisik.id
Universitas Jadi Mitra Daerah Tangani Sampah dan Kerapihan

Gambar atau konten salah?

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkapkan bahwa ke depannya kampus akan diminta untuk ikut membantu pemerintah daerah dalam menangani permasalahan di setiap wilayah.

Ia menegaskan bahwa instruksi tersebut berasal dari Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu. “Jadi, sebagaimana kita ketahui bahwa Presiden telah menujukkan arahan beberapa waktu lalu bahwa kampus-kampus itu, terutama bidang-bidang yang relevan dengan kebutuhan daaerah seperti penanganan sampah, kerapihan gitu ya, terkait dengan program ASRI dari Bapak Presiden, bagaimana pemda-pemda itu bisa dibantuk di-backup oleh kampus-kampus,” kata Brian di kompleks Istana Merdeka, Jakarta 04 Mei 2026, dikutip dari tayangan YouTube Sektertariat Presiden.

Masalah yang akan dihadapi mencakup sampah dan kerapihan kota, dua isu yang sangat penting bagi citra dan kesehatan publik. Program ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) menjadi kerangka kerja yang akan dijadikan acuan bagi kampus dalam memberikan solusi praktis.

Brian menyoroti peran akademisi dalam bidang-bidang yang berkaitan. “Peneliti, guru besar yang bidangnya terkait seperti arsitektur atau keindahan taman-taman kemudian teknik lingkungan, teknik mesin untuk sampah dan sebagainya,” katanya.

Untuk mewujudkan instruksi tersebut, Kemdiktisaintek akan segera membentuk tim asisten pemda yang terdiri dari berbagai kampus. “Nanti kami akan segera mengkonsolidasi kampus-kampus supaya misalnya kampus A ITB atau UI, UGM dan seluruh kampus, beberapa kampus itu membentuk tim sebagai istilahnya memberi masukan untuk penyelesaian masalah-masalah yang ada di daerah,” kata Brian.

Ia menambahkan bahwa setiap provinsi maupun kabupaten/kota diharapkan memiliki tim kampus yang bertindak sebagai asisten kepala daerah. “Diharapkan setiap daerah provinsi maupun kota/kabupaten itu kampus memilki tim yang nantinya menjadi seperti asisten untuk kepala daerahnya membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan itu,” sambung Brian.

Langkah ini sejalan dengan visi besar kementerian melalui program Kemdiktisaintek Berdampak. “Sehingga, ini juga sejalan dengan program kami Kemdiktisaintek Berdampak. Jadi bagaimana penelitian, pengajaran yang ada di kampus itu relevan dengan kebutuhan yang ada di daerah masing-masing,” pungkasnya.

Dengan membentuk jaringan kampus sebagai mitra pemerintah daerah, Mendiktisaintek berharap riset dan pengajaran di perguruan tinggi dapat langsung memecahkan masalah riil di setiap wilayah, memperkuat hubungan antara akademisi dan kebijakan publik.

MendiktisaintekProgram ASRISampahKerapihan kotaKampusKepala daerahKemdiktisaintek Berdampak

Komentar

Memuat komentar...