Universitas Jadi Tulang Punggung Nasional, Panggilan Presiden

Putri N. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 96 dibaca
Bisik.id
Universitas Jadi Tulang Punggung Nasional, Panggilan Presiden

Gambar atau konten salah?

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perguruan tinggi harus menjadi tulang punggung negara dalam menghasilkan pemikiran strategis, riset, dan inovasi untuk semua sektor. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, saat upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 di Kemdikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 02 Mei 2026.

Menurut Brian, arah ini lahir dari kebutuhan Indonesia memperkuat kemandirian nasional, khususnya ketika menghadapi dinamika global yang tidak menentu. Ia menyoroti contoh ketegangan di Selat Hormuz sebagai bukti kerentanan ketika ketergantungan pada negara lain tetap tinggi. “Kita tahu bahwa dengan berbagai gejolak atau berbagai permasalahan ya, situasi dunia yang ada, itu ketergantungan pada negara lain itu terbukti bukan sesuatu yang menguntungkan. Kita harus memiliki kemandirian. Karena begitu ada gejolak, kita lihat kasus Selat Hormuz, harga menjadi naik, maka ketahanan bangsa kita tidak terlalu kuat. Ketergantungan kita masih di sana,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa permintaan Presiden menuntut seluruh kampus menjadi tulang punggung bagi pemikiran, kontribusi riset, dan inovasi di semua sektor. “Ini yang diminta oleh Pak Presiden sehingga seluruh sektor—kampus diharapkan menjadi tulang punggung untuk pemikiran‑pemikiran, kontribusi‑kontribusi yang sifatnya riset dan inovasi, untuk seluruh sektor,” jelasnya.

Konflik Iran‑Israel‑AS yang memicu Iran memblokade jalur pasokan minyak dunia melalui Selat Hormuz telah menimbulkan lonjakan harga energi dan melemahkan stabilitas ekonomi global. Dampak ini menegaskan pentingnya kemandirian energi dan ketahanan nasional.

Brian juga menegaskan bahwa penelitian dan kegiatan akademik di kampus harus sejalan dengan prioritas nasional. “Penelitian‑penelitian dan kegiatan‑kegiatan akademik kampus haris sejalan dan mendukung program prioritas nasional. Jadi apa artinya? Adalah kita berharap SDM‑SDM yang nanti dilahirkan Itu memang sesuai dengan kebutuhan yang ada di bangsa kita,” ucapnya.

Ia menyoroti pentingnya penelitian yang relevan dengan kebutuhan bangsa. “Apa‑apa yang dilakukan penelitian, apa‑apa yang diteliti dan didorong inovasinya dari berbagai program penelitian, program inovasi, itu justru diharapkan juga dalam rangka menghasilkan karya‑karya yang memang dibutuhkan oleh bangsa kita. Jadi kita tidak ingin nanti penelitian‑penelitian kita bukan sesuatu yang sedang tidak dibutuhkan,” sambungnya.

Brian menegaskan bahwa penelitian dasar tidak boleh diabaikan. “Jadi semua itu tetap kita jalankan, hanya kita bagi porsinya. Jadi tadi arahan Pak Presiden adalah sehingga hasil‑hasil riset itu relevan,” ucapnya. Ia menekankan bahwa penelitian dasar menjadi fondasi bagi inovasi bermutu.

Dengan demikian, pesan Presiden menuntut perguruan tinggi untuk memproduksi riset dan inovasi yang langsung mendukung kebutuhan nasional, sambil menjaga keseimbangan antara penelitian dasar dan aplikasi praktis. Kemandirian, relevansi, dan kualitas menjadi kunci dalam strategi ini.

Prabowo SubiantoPerguruan TinggiKemandirian NasionalSelat HormuzEnergiRisetInovasi

Komentar

Memuat komentar...