Unpad Luncurkan Program Kredensial Mikro untuk Masyarakat
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Universitas Padjadjaran (Unpad) secara resmi memperkenalkan Program Kredensial Mikro, sebuah inisiatif yang memungkinkan masyarakat umum mengikuti kuliah online di kampus ini.
“Unpad membuka fasilitas dan proses pendidikan yang ada di Unpad agar bisa juga dinikmati seluruh masyarakat yang memiliki keinginan untuk bisa mendapatkan ilmu dari Unpad,” ungkap Rektor Unpad, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, pada laman resmi Unpad pada 29 April 2026.
Dengan memanfaatkan teknologi, Rektor berharap program ini menjadi salah satu solusi agar masyarakat dapat tetap mengikuti perkuliahan tanpa harus hadir secara konvensional. “Ini adalah salah satu bentuk Unpad membantu pemerintah dalam memberikan akses pendidikan yang lebih baik serta memperluas inklusivitas yang tengah kami kembangkan,” tambahnya.
Walaupun belajar secara online, peserta terdaftar tetap terlibat dalam ekosistem akademik Unpad. Manfaatnya meliputi:
- Memperoleh nomor pokok mahasiswa (NPM) sebagai mahasiswa inbound
- Mendapatkan Kartu Hasil Studi (KHS) yang fleksibel untuk konversi kredit
- Fleksibilitas belajar
- Menambah jejaring akademik
Setiap fakultas di Unpad, ada 11 di jumlahnya, menawarkan mata kuliah masing‑masing. Biaya per mata kuliah dibanderol antara Rp500 ribu hingga Rp750 ribu. Pengajarannya diampu oleh dosen Unpad. Setelah menyelesaikan mata kuliah, peserta akan mendapatkan 2 hingga 3 SKS yang dapat dikonversi ke dalam mata kuliah lainnya.
Proses pendaftaran cukup sederhana. Calon peserta dapat mengakses laman https://luhung.unpad.ac.id/, melakukan registrasi, lalu menunggu verifikasi akun. Setelah akun terverifikasi, peserta dapat memilih mata kuliah mikro yang diinginkan dan melakukan pembayaran secara online. Setelah pembayaran berhasil, peserta siap memulai belajar di Program Kredensial Mikro.
Program ini menegaskan komitmen Unpad untuk memperluas akses pendidikan, memberi kesempatan belajar fleksibel, dan memperkuat jaringan akademik bagi masyarakat luas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Helm Cerdas ITB Tuntun Pendeteksi Kelelahan Motor
Strip Tes Minyak Babi: Alat Praktis Deteksi Halal Rutin
Alumni Teknik ITB 2025: Penghasilan Rp 10 Miliar Tertinggi
Kampus Bisa Punya SPPG: Solusi Gizi Nasional, Tak Wajib!
Komisi X Fokus Kesejahteraan Dosen PTS, Dukung Anggaran
Mendiktisaintek Hapus Persyaratan 20 JP untuk Tunjangan Dosen
Berita Terbaru
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Zamzam: Air Suci Terus Mengalir Meski Dipompa 24 Jam
Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
Gejala Kulit Leukemia: Memar, Benjolan, Infeksi, dan Lainnya
Almond vs. Kacang Tanah: Pilihan Nutrisi Jantung Kesehatan
Trans Luxury Hotel Surabaya Buka, Soft Opening Rp999.000
Florentino Perez Kampanye Presiden Real Madrid dengan Mourinho
SIM Keliling Kembali Operasi di Badung dan Buleleng Pusat
