UT Raih Opini WTP Tiga Kali Berturut-turut 2026 di UT

Lia N. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 83 dibaca
Bisik.id
UT Raih Opini WTP Tiga Kali Berturut-turut 2026 di UT

Gambar atau konten salah?

Universitas Terbuka (UT) kembali mencatatkan capaian positif dalam tata kelola keuangan dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tiga kali berturut‑turut. Hal tersebut tidak hanya sekadar pencapaian administratif, melainkan penegasan bahwa tata kelola berjalan pada jalurnya.

Keberhasilan tersebut dipastikan melalui Exit Meeting Audit Kantor Akuntan Publik (KAP) atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025, yang digelar secara hybrid pada hari Rabu, 01 April 2026, di UT Pusat dan melalui platform Zoom. Sejak menyandang status Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN‑BH), konsistensi ini menjadi sinyal kuat bahwa standar akuntabilitas di UT tidak hanya dijaga, tetapi juga dijalankan secara disiplin.

Manajer Hubungan Masyarakat dan Layanan Terpadu pada Pusat Komunikasi Publik dan Kerjasama, Roman Hadi Saputro, mengatakan sejak awal forum exit meeting dirancang bukan sekadar penutup proses audit. “Sejak awal, forum exit meeting ini memang dirancang bukan sekadar sebagai penutup proses audit. Di dalamnya, terdapat ruang untuk memastikan bahwa seluruh rangkaian pemeriksaan telah memberikan gambaran utuh, baik dari sisi hasil maupun proses yang melatarbelakanginya. Dengan begitu, capaian yang diperoleh tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung langsung dengan sistem yang menopangnya,” ujarnya, dalam keteragan tertulis, Sabtu, 04 April 2026.

Roman Hadi menambahkan proses audit ini berlangsung selama 141 hari yang dilakukan dengan pendekatan komprehensif dan pemeriksaan mencakup berbagai komponen utama. “Proses audit yang berlangsung selama sekitar 141 hari dilakukan dengan pendekatan yang komprehensif. Pemeriksaan mencakup berbagai komponen utama dalam laporan keuangan UT tahun anggaran 2025, mulai dari penerimaan, pengeluaran, investasi, hingga pengelolaan aset. Selain itu, pengujian terhadap pengendalian umum teknologi informasi atau IT General Controls turut dilakukan untuk memastikan bahwa sistem yang digunakan mampu menjamin keandalan data dan pelaporan,” tambahanya.

Dari rangkaian pemeriksaan tersebut, laporan keuangan UT dinilai telah disajikan secara wajar dalam semua hal yang material sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di Indonesia. Namun yang menarik, kekuatan capaian ini justru terletak pada konsistensi proses yang mengiringinya. Kesiapan unit kerja, kelengkapan data, serta koordinasi lintas fungsi yang berjalan efektif menjadi elemen penting yang mendukung kelancaran audit.

Di titik ini, capaian WTP tiga tahun berturut‑turut menemukan makna secara lebih mendalam. Hal itu tidak hanya merefleksikan kepatuhan terhadap standar, tetapi juga menunjukkan bahwa prinsip Good Corporate Governance telah terintegrasi dalam praktik kerja sehari‑hari. Sebagai PTN‑BH, UT tidak hanya dituntut mandiri, tetapi juga dituntut mampu mempertanggungjawabkan setiap pengelolaan sumber daya secara terbuka, dan hal tersebut tercermin melalui hasil audit yang konsisten.

Konsistensi tersebut sekaligus memperkuat peran UT dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel, UT berkontribusi pada penguatan pendidikan berkualitas serta pembangunan institusi yang kredibel dan berkelanjutan. Di saat yang sama, hal ini memastikan bahwa perluasan akses pendidikan tinggi yang menjadi mandat UT tetap berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan.

Ia juga menegaskan capaian ini tidak hanya sekadar catatan tahunan tetapi menjadi penanda arah dan sekaligus standar yang harus dijaga. “Pada akhirnya, capaian ini tidak berhenti sebagai catatan tahunan. Ia menjadi penanda arah sekaligus standar yang harus terus dijaga. Di tengah dinamika pendidikan tinggi yang terus bergerak, UT memperlihatkan bahwa pertumbuhan institusi tidak hanya ditentukan oleh inovasi layanan, tetapi juga oleh kekuatan sistem yang menopangnya,” tuturnya.

Dengan fondasi tersebut, langkah UT ke depan menjadi semakin terarah. Bukan hanya memperluas jangkauan pendidikan jarak jauh, tetapi juga memastikan bahwa setiap proses di dalamnya berjalan dengan integritas yang kuat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor UT Prof. Ali Muktiyanto, Ketua Senat Akademik Universitas (SAU) UT Prof. Chanif Nurcholis, para Wakil Rektor, Sekretaris Majelis Wali Amanat UT Ake Wihadanto, serta jajaran pimpinan UT Pusat dan UT Daerah yang mengikuti secara daring.

Dari pihak auditor, KAP BDO Indonesia turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Engagement Partner Sutomo, Manager Filbert Suwita, Auditor in Charge Jaka Mulya, Auditor Novianti Tri Wardhani dan Muh. Rizki Putrangga Septiawansyah, serta tim IT Expert Widi Astuti dan Della Angelina yang terlibat langsung dalam keseluruhan proses audit.

Keberhasilan UT dalam meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian secara berulang menegaskan bahwa kebijakan dan prosedur keuangan telah terstruktur dengan baik. Konsistensi audit, koordinasi lintas fungsi, serta komitmen terhadap prinsip Good Corporate Governance menjadi fondasi yang memperkuat kredibilitas institusi. Dengan demikian, UT tidak hanya memenuhi standar akuntansi, tetapi juga berperan aktif dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan berkualitas dan pengelolaan sumber daya yang transparan.

Universitas TerbukaOpini Wajar Tanpa PengecualianAudit KAPGood Corporate GovernanceTata Kelola KeuanganSustainable Development GoalsPendidikan Jarak JauhStandar Akuntansi Keuangan

Komentar

Memuat komentar...