Utang Amanah: Jangan Tunda Bayar, Ini 5 Doa Pelunas dari Rasul

Eko P. · 3 min baca · 4 menit lalu · 2 dibaca
Bisik.id
Utang Amanah: Jangan Tunda Bayar, Ini 5 Doa Pelunas dari Rasul

Gambar atau konten salah?

Berurusan dengan utang memang bisa menjadi beban pikiran yang berat, apalagi jika kondisi keuangan sedang tidak stabil. Dalam pandangan Islam, utang bukan sekadar urusan duniawi, melainkan sebuah amanah yang harus segera ditunaikan. Rasulullah SAW dengan tegas menyebutkan bahwa menunda-nunda pembayaran utang bagi mereka yang sebenarnya mampu membayar adalah tindakan yang tidak dibenarkan.

Hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abi Syaibah ini menjadi pengingat kuat. Bunyinya: "Menunda-nunda pembayaran utang dari orang yang mampu membayarnya adalah perbuatan zalim. Dan apabila salah seorang dari kamu dipindahkan penagihannya kepada orang lain yang mampu, hendaklah ia menerima." Pesan ini jelas: jangan main-main dengan kewajiban finansial.

Tapi realitanya, tidak semua orang punya posisi yang sama. Ada yang benar-benar terjepit, pendapatan pas-pasan, atau bahkan kehilangan sumber penghasilan. Dalam situasi seperti itu, Islam tidak lantas menghukum. Sebaliknya, ada anjuran untuk terus berusaha dan berdoa. Memohon pertolongan Allah SWT agar diberikan jalan keluar dan kelapangan rezeki.

Beberapa doa bisa diamalkan. Doa-doa ini diambil dari kitab Fiqh Al-Ad'iyah Wal-Adzkaar karya Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al Badr, terjemahan Amiruddin Djalil, serta buku Jihad Keluarga: Membina Rumah Tangga Sukses Dunia Akhirat karya A Fatih Syuhud. Berikut rangkumannya.

1. Doa Pelunas Utang dari Rasulullah

Doa ini diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib RA. Bunyinya dalam bahasa Arab: Allahummakfinii bihalaalika 'an haraamika wa aghnii bifadhlika 'amman siwaak. Artinya: "Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal daripada yang haram dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu daripada selain Engkau." (HR Tirmidzi)

2. Doa Memohon Jalan Keluar dari Kesulitan

Bacaan ini cukup panjang: Allahumma ya farijal ham kasyifal gham mujiba da'watal mudhtharriin rahmanad dunya wal akhirah warahimahuma anta tarhamuni farhamni rahmatan tughnini biha rahmati man siwak. Artinya: "Ya Allah, yang menghilangkan kerisauan, yang menghilangkan kesedihan, Maha mengabulkan doa orang yang menderita. Engkau Maha Pengasih kepada seisi dunia dan akhirat dan menyayangi keduanya. Engkau mengasihiku, berilah aku rahmat yang membuatku tidak memerlukan lagi pertolongan selain dari-Mu."

3. Doa Berlindung dari Lilitan Utang

Doa ini meminta perlindungan dari berbagai hal negatif: Allahumma innii a'uudzu bika minal hammi wal hazan, wa a'uudzu bika minal 'ajzi wal kasal, wa a'uudzu bika minal jubni wal bukhl, wa a'udzu bika min ghalabatid dain wa qahrir rijal. Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari ketakutan dan kekikiran, dari lilitan utang dan kezaliman orang-orang."

4. Doa Memohon Kemudahan

Sederhana tapi dalam: Allahumma yassir walaa tu'assir. Artinya: "Ya Zat yang memudahkan segala yang sulit, mudahkanlah jangan Engkau persulit."

5. Doa Agar Rezeki Diberkahi

Doa ini agak panjang: Bismillâhi 'ala nafsî wa mâlî wa dînî. Allâhumma radhdhinî bi qadhâ'ika, wa bârik lî fîmâ quddira lî hattâ lâ uhibba ta'jîla mâ akhkharta, wa lâ ta'khîra mâ 'ajjalta. Artinya: "Dengan nama Allah yang menguasai diri, harta, dan agamaku. Tuhanku, kondisikan batinku agar rela menerima ketentuan-Mu. Berkatilah aku pada semua yang ditakdirkan untukku sehingga aku enggan menyegerakan apa yang Kautunda dan enggan menunda apa yang Kausegerakan."

Intinya, utang bukan sekadar angka di buku catatan. Ini soal tanggung jawab. Dan ketika kemampuan belum sampai, doa menjadi salah satu pegangan. Bukan untuk lari dari kewajiban, tapi untuk meminta kekuatan menjalaninya.

utangislamdoapelunasrezekitanggung jawabkewajiban

Komentar

Memuat komentar...