UTBK 2026: Sertifikat LBI Dipisah Saintek dan Soshum

Hendra M. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 94 dibaca
Bisik.id
UTBK 2026: Sertifikat LBI Dipisah Saintek dan Soshum

Gambar atau konten salah?

Pengunduhan sertifikat Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK) dimulai hari ini, Selasa 26 Mei 2026 pukul 15.00 WIB. Pada sertifikat UTBK tahun ini, ada yang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.

Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) menyatakan bahwa untuk jenis tes Literasi dalam Bahasa Indonesia (LBI), skornya dipecah menjadi dua kategori: saintek dan soshum. Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, menjelaskan bahwa pemecahan ini didasarkan pada evaluasi SNBT tahun lalu.

Menurut Eduart, pemecahan skor LBI menjadi dua pada sertifikat UTBK merupakan respons dari masyarakat, yang menganggap peserta dengan latar belakang saintek lebih diuntungkan saat memilih program studi (prodi) soshum. “Terlihat untuk di sini Literasi dalam Bahasa Indonesia itu kita turunkan dalam dua nilai, saintek dan soshum. Ini juga berdasarkan evaluasi tahun lalu, yang memunculkan pertanyaan bahwasanya misalnya anak-anak dari saintek itu akan lebih diuntungkan ketika memilih prodi soshum dan sebagainya,” jelasnya dalam konferensi pers Hasil SNBT yang digelar secara hybrid pada Senin (25 Mei 2026).

“Itu tidak akan terjadi. Semua sudah kita antisipasi dan agar supaya proses seleksi ini fair,” tambah Eduart.

Untuk yang belum tahu, tes LBI merupakan subtes yang mengukur kemampuan literasi ilmu pengetahuan dalam teks berbahasa Indonesia. Tes ini tidak sekadar mengukur kemampuan berbahasa Indonesia. LBI menguji peserta dalam menemukan, memahami, menilai, dan merefleksikan informasi dalam teks berbahasa Indonesia. Teks yang diberikan memiliki konteks saintek, soshum, dan personal.

Konsep konteks saintek berkaitan dengan topik khusus bidang fisika, kimia, dan biologi. Sementara teks dengan konteks soshum memiliki muatan topik ekonomi, sejarah, dan sosiogeografi. Teks yang berkonteks personal memuat topik khusus apresiasi sastra. Pada laman resmi SNPMB, disebutkan bahwa keluasan dan kedalaman materi dalam topik-topik tersebut sesuai dengan bahan ajar dalam kurikulum SMA/sederajat.

Tes LBI sendiri memiliki 30 butir soal dan durasi pengerjaan 42,5 menit.

Dengan pemecahan skor ini, peserta yang memiliki latar belakang saintek tidak akan memperoleh keuntungan tak adil ketika memilih prodi soshum. SNPMB menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk menjaga keadilan dan transparansi dalam proses seleksi. Proses seleksi ini menjadi bagian penting bagi calon mahasiswa baru yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di Indonesia.

UTBKSNPMBLBIsainteksoshumskorkeadilan

Komentar

Memuat komentar...