UTBK 2026: Skandal Joki dan Dokumen Palsu Terungkap

Andi B. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 71 dibaca
Bisik.id
UTBK 2026: Skandal Joki dan Dokumen Palsu Terungkap

Gambar atau konten salah?

UTBK 2026 menjadi sorotan karena banyaknya kecurangan yang terungkap. Peserta tidak hanya menggunakan alat bantu dengar atau chip yang diselipkan di telinga, tetapi juga mengandalkan joki yang memanfaatkan dokumen palsu.

Di Jawa Timur, dua universitas menegaskan keberhasilan mereka dalam menangkap praktik joki. Universitas Airlangga (UNAIR) melaporkan adanya joki yang datang dengan dokumen palsu. Namun, pelaku memilih tidak hadir karena merasa identitasnya sudah diketahui.

Begitu pula Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Panitia di sana berhasil mengamankan seorang joki yang mencoba menipu petugas dengan dokumen palsu. Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi, mengungkapkan hasil verifikasi dokumen tersebut.

“Hasil verifikasi menunjukkan terdapat kesamaan nama antara ijazah asli dan dokumen yang digunakan peserta. Namun, ditemukan perbedaan mencolok pada foto. Ini mengindikasikan ijazah yang digunakan bukanlah ijazah asli,” ujar Martadi.

Di sisi lain, Universitas Diponegoro di Semarang menyerahkan kasus ini ke pihak kepolisian. Peserta yang terlibat sebelumnya dibawa ke klinik THT untuk pemeriksaan, kemudian dikembalikan ke orang tua.

Reaksi publik menekankan bahwa kecurangan ini bukan sekadar pelanggaran aturan, melainkan masalah integritas. Wakil Ketua Komisi X menilai hal tersebut sebagai persoalan moral yang serius.

“Kasus kecurangan di UTBK ini jelas memprihatinkan, apalagi sampai memakai alat tersembunyi di telinga. Ini bukan sekadar melanggar aturan, tapi soal integritas,” kata Lalu kepada wartawan, Rabu (22 April 2026).

Di tengah sorotan ini, ada cerita lain yang menarik. Sebuah rumah unik dibangun di kawasan Wonogiri, Jawa Tengah. Rumah tersebut berdiri di area seluas 6 x 15 meter persegi dan berbentuk dua bus double decker. Pemiliknya menyatakan bahwa rumah ini dibuat untuk mengingat usahanya saat sering bolak-balik ke Jakarta.

Selain itu, band Geisha kembali menyapa pendengar dengan karya terbaru berjudul Geram. Single ini dirilis pada tahun 2026 dan menceritakan emosi saat seseorang berada di titik batas sebuah hubungan. Lagu ini menegaskan bahwa geram bukan sekadar amarah, melainkan rasa lelah yang lama dipendam.

Geisha, yang dikenal dengan vokal emosionalnya, terus menghadirkan lagu yang relevan lintas generasi. Geram menjadi pintu masuk bagi band ini ke fase baru, menambah koleksi karya mereka.

Secara keseluruhan, kejadian kecurangan di UTBK 2026 menyoroti perlunya sistem verifikasi yang lebih ketat dan kesadaran integritas di kalangan peserta. Sementara itu, inovasi arsitektur dan karya musik menunjukkan bahwa budaya kreatif tetap berkembang di tengah tantangan.

UTBK 2026kecuranganjokidokumen palsuintegritasverifikasi

Komentar

Memuat komentar...