Waktu Jalan Kaki Tak Penting, Asalkan Konsisten

Nita W. · 2 min baca · 3 menit lalu · 2 dibaca
Bisik.id
Waktu Jalan Kaki Tak Penting, Asalkan Konsisten

Gambar atau konten salah?

Jalan kaki sering dijadikan cara sederhana untuk menurunkan tekanan darah. Banyak penelitian menunjukkan bahwa aktivitas ini dapat menurunkan tekanan darah hingga beberapa jam setelahnya, sebuah fenomena yang disebut post-exercise hypotension. Namun, masih belum jelas kapan waktu terbaik untuk berjalan agar manfaatnya maksimal.

Beberapa studi menyoroti bahwa jalan kaki sore atau malam hari memberikan efek yang lebih besar dibandingkan pagi. Meski begitu, perbedaan tersebut tidak terlalu signifikan bila dibandingkan dengan hasil penelitian yang menilai manfaat jalan kaki di pagi hari. Seorang ahli jantung di Stanford University School of Medicine, Jason V Tso, MD, menambahkan bahwa olahraga intens menjelang waktu tidur dapat memengaruhi kualitas tidur. Ia menyatakan, “Jadi bagi yang susah tidur setelah jalan cepat, boleh-boleh saja olahraga di waktu yang lain,” katanya.

Para pakar sepakat bahwa waktu terbaik untuk berjalan adalah kapanpun, asalkan seseorang memiliki waktu. Yang lebih penting adalah faktor-faktor berikut:

  • Konsistensi. Manfaat terbesar muncul ketika seseorang rutin berjalan beberapa pekan atau bulan. Konsistensi ini memberikan dampak signifikan pada tekanan darah.
  • Baseline. Semakin tinggi tekanan darah saat memulai, semakin besar perbedaan yang dapat diamati setelah berjalan.
  • Kebiasaan tidak sehat. Kurang tidur, stres kronis, atau diet tinggi natrium dapat mengurangi manfaat jalan kaki.
  • Kecepatan. Kecepatan berkaitan dengan intensitas. American Heart Association merekomendasikan aktivitas fisik dengan intensitas sedang setidaknya 150 menit tiap pekan, dan jalan kaki termasuk dalam kategori tersebut.

Untuk menambah pemahaman, ada video singkat berjudul Video Temuan CKG: 1 dari 5 Remaja Sudah Alami Hipertensi yang berdurasi 20 detik. Video tersebut menampilkan contoh remaja yang mengalami hipertensi, menegaskan pentingnya aktivitas fisik rutin.

Secara keseluruhan, jalan kaki tetap menjadi pilihan yang sederhana namun efektif untuk menurunkan tekanan darah. Yang terpenting adalah melakukannya secara teratur, menyesuaikan intensitas dengan kondisi tubuh, dan menghindari olahraga intens menjelang tidur jika Anda rentan mengalami gangguan tidur. Dengan cara ini, manfaat kesehatan dapat dirasakan lebih konsisten dan berkelanjutan.

Jalan kakiTekanan darahPost-exercise hypotensionKonsistensiIntensitasAmerican Heart Association

Komentar

Memuat komentar...