Wisatawan Mancanegara Indonesia Naik 8,6% Triwulan I 2026

Dwi H. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 72 dibaca
Bisik.id
Wisatawan Mancanegara Indonesia Naik 8,6% Triwulan I 2026

Gambar atau konten salah?

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa jumlah wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada periode Januari–Maret 2026 mencapai 3.436.276 kunjungan, meningkat 8,62 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara bulanan, pada Maret 2026 wisman mencatat 1.088.166 kunjungan. Angka ini turun 6,17 % dibandingkan Februari 2026, namun tetap naik 10,50 % secara tahunan (year‑on‑year).

"Kalau wisatawan mancanegara tumbuh berarti kan kepercayaan luar masih bagus, bahwa Indonesia masih relatif baik untuk kedatangan wisatawan. Kenapa ini terjadi? Kemungkinan beberapa wilayah yang selama ini daya tariknya belum begitu positif di tahun 2025, ini mulai bangkit terutama dari beberapa negara wisatawan," ungkap Tauhid Ahmad, Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), kepada detikcom, Senin (4/5/2026).

Ia menambahkan: "Kalau 1 juta ya sudah rata-rata lah tapi belum tinggi sekali kalau Tinggi sekali itu sudah menegakkan 1,5 juta per bulan Sehingga target kita sekitar 13-15 juta wisatawan per tahun itu bisa dicapai," jelasnya.

Menurut data BPS, wisman terbanyak berasal dari Malaysia dengan kontribusi 17,14 %, diikuti oleh Australia 12,01 % dan Singapura 9,45 %. Kontribusi negara lain seperti Rusia, Jepang, China, dan India juga turut menjadi pendorong.

Ateng Hartono, Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, menyatakan bahwa wisman menghabiskan rata‑rata US$ 1.345,61 atau setara Rp 23,27 juta (kurs Rp 17.300) selama triwulan I 2026. Peningkatan ini dibandingkan rata‑rata pengeluaran triwulan IV 2025, dengan sebagian besar pengeluaran dialokasikan untuk akomodasi, makan minum, serta belanja dan cinderamata.

"Capaian kunjungan wisman pada Januari–Maret 2026 merupakan capaian tertinggi sejak 2020 yang lalu," kata Ateng dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta Pusat, Senin, 4 Mei 2026.

Data ini menunjukkan bahwa kepercayaan wisatawan asing terhadap Indonesia tetap kuat, meski terjadi penurunan bulanan. Peningkatan kunjungan menandakan bahwa sektor pariwisata nasional masih berada di jalur pertumbuhan positif, dengan kontribusi signifikan dari negara-negara tetangga dan Asia Timur. Peningkatan pengeluaran rata‑rata per wisatawan juga menegaskan potensi ekonomi yang dapat dipertahankan dan dikembangkan lebih lanjut.

wisatawan mancanegaraBadan Pusat Statistikkunjungan wisatawanpengeluaran wisatawanMalaysiaAustraliapariwisata nasional

Komentar

Memuat komentar...