Gambar atau konten salah?
Pati, puluhan rumah di Desa Tunggulsari Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, terendam banjir rob tiga pekan terakhir. Pemerintah Kabupaten Pati turun tangan untuk memperbaiki tanggul sungai yang jebol.
Menurut Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Pati, Suntoro, ada 25 rumah warga yang kebanjiran. Jalan desa di RT 5 dan RT 3 juga terendam. “Rumah tergenang ada 25 rumah, kemudian ruas jalan RT 5 sepanjang 770 meter dan ruas jalan RT 3 sepanjang 100 meter,” ujarnya pada Selasa, 09 Juni 2026. Ia menambahkan kedalaman banjir rob bervariasi, mulai dari 10 sampai 40 sentimeter. “Ketinggian air di jalan 10 sampai 40 sentimeter,” jelasnya.
Suntoro menegaskan warga dan relawan fokus menangan tanggul sungai di sekitar tambak yang jebol. “Saat ini dilakukan penanganan tanggul yang jebol,” ungkapnya.
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan peran pemerintah dalam memberikan bantuan logistik bagi warga yang terkena banjir rob. “Masalah logistik sudah kita upayakan ke sana, ada bantuan bambu dan lainnya,” jelas Chandra saat ditemui di Pendopo Kabupaten Pati. Ia menambahkan bahwa Pemkab Pati telah membantu penanganan tanggul sungai yang jebol dan mengusulkan perbaikan tanggul di wilayah Tayu dan Margoyoso, yang sering terkena banjir rob. “Karena memang anggaran untuk tanggul banyak sekali, kami sedang berkoordinasi dengan PU,” ungkapnya. “Penanganan yang urgent sudah membantu ke Tunggulsari sekitar Rp 60 juta untuk penanganan tanggul, tapi saat ini kondisinya belum ditangani karena masih rob.”
Banjir rob yang melanda Tunggulsari dimulai pada Kamis, 21 Mei 2025. Salah satu warga, Aminah (42), mengungkapkan bahwa banjir rob terjadi di wilayahnya dua tahun belakangan ini. Menurutnya, banjir rob datang pada Mei, Juni sampai Agustus. Biasanya banjir rob datang pagi sampai sore, malamnya surut. “2 tahun ini sering ada banjir rob, pagi tadi datang nanti malam surut,” jelas Aminah kepada wartawan pada Jumat, 05 Juni 2026. Ia mengatakan bahwa banjir rob tahun lalu berlangsung selama tiga bulan, namun tahun ini berlangsung sejak pertengahan bulan Mei 2026 lalu. “Tahun kemarin tiga bulan malahan tidak surut-surut,” tambahnya.
Situasi ini menegaskan perlunya perbaikan infrastruktur dan koordinasi lebih lanjut antara pemerintah dan masyarakat untuk mengurangi dampak banjir rob di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Lamine Yamal Makan Malam Disuapi Salt Bae
Buaya Muara 2 Meter Muncul di Kali Jagir Surabaya
Dua Petinju Putri Indonesia Melaju ke Final Asian Boxing 2026
Xabi Alonso Resmi Latih Chelsea, Bukan Liverpool
Persija Rekrut Bek Serbia Radovan Pankov
Perusahaan PHK Gara-gara AI Menyesal, Kembali Rekrut
IHSG Ditutup Hijau, Naik Tipis ke 6.039
