07 Juni 2026 Dihitung 21 Dzulhijjah 1447 H Hari Minggu

Wulan M. · 3 min baca · 1 jam lalu · 30 dibaca
Bisik.id
07 Juni 2026 Dihitung 21 Dzulhijjah 1447 H Hari Minggu

Gambar atau konten salah?

Hari ini, 07 Juni 2026, banyak orang bertanya berapa tanggal Hijriah yang bersamaan. Umat Islam biasanya menyesuaikan jadwal ibadah dan hari penting keagamaan dengan mengetahui konversi ini.

Menurut konversi yang disusun oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI, tanggal 07 Juni 2026 bertepatan dengan 21 Dzulhijjah 1447 H. Bulan Juni 2026 mencakup dua bulan Hijriah, yaitu Dzulhijjah dan Muharram.

Berikut rincian kalender Hijriah sepanjang bulan Juni 2026:

  • 01 Juni 2026: 15 Dzulhijah 1447 H
  • 02 Juni 2026: 16 Dzulhijah 1447 H
  • 03 Juni 2026: 17 Dzulhijah 1447 H
  • 04 Juni 2026: 18 Dzulhijah 1447 H
  • 05 Juni 2026: 19 Dzulhijah 1447 H
  • 06 Juni 2026: 20 Dzulhijah 1447 H
  • 07 Juni 2026: 21 Dzulhijah 1447 H
  • 08 Juni 2026: 22 Dzulhijah 1447 H
  • 09 Juni 2026: 23 Dzulhijah 1447 H
  • 10 Juni 2026: 24 Dzulhijah 1447 H
  • 11 Juni 2026: 25 Dzulhijah 1447 H
  • 12 Juni 2026: 26 Dzulhijah 1447 H
  • 13 Juni 2026: 27 Dzulhijah 1447 H
  • 14 Juni 2026: 28 Dzulhijah 1447 H
  • 15 Juni 2026: 29 Dzulhijah 1447 H
  • 16 Juni 2026: 01 Muharam 1448 H
  • 17 Juni 2026: 02 Muharam 1448 H
  • 18 Juni 2026: 03 Muharam 1448 H
  • 19 Juni 2026: 04 Muharam 1448 H
  • 20 Juni 2026: 05 Muharam 1448 H
  • 21 Juni 2026: 06 Muharam 1448 H
  • 22 Juni 2026: 07 Muharam 1448 H
  • 23 Juni 2026: 08 Muharam 1448 H
  • 24 Juni 2026: 09 Muharam 1448 H
  • 25 Juni 2026: 10 Muharam 1448 H
  • 26 Juni 2026: 11 Muharam 1448 H
  • 27 Juni 2026: 12 Muharam 1448 H
  • 28 Juni 2026: 13 Muharam 1448 H
  • 29 Juni 2026: 14 Muharam 1448 H
  • 30 Juni 2026: 15 Muharam 1448 H

Perbedaan perhitungan antara Hijriah dan Masehi berasal dari acuan astronomi yang berbeda. Kalender Masehi mengukur waktu berdasarkan peredaran Bumi mengitari Matahari, sedangkan Kalender Hijriah mengukur waktu berdasarkan peredaran Bulan mengitari Bumi.

Menurut seorang ahli ilmu falak NU, KH Shofiyulloh, Kalender Masehi dalam menyatakan panjang satu tahunnya didasarkan siklus tropis Matahari, yaitu 365,2222 hari. Dalam setahun dibagi menjadi 12 bulan. Februari terdiri dari 31 hari, Februari 28/29 hari, April 31 hari, April 30 hari, Mei 31 hari, Juni 30, Juli 31 hari, Agustus 31 hari, September 30 hari, Oktober 31 hari, Februari 30 hari, dan Februari 31 hari.

Kalender Masehi sendiri termasuk kategori kalender solar. Setiap tahun biasanya dibagi menjadi 12 bulan. Februari memiliki 28 hari pada tahun biasa dan 29 hari pada tahun kabisat. Pada sistem Gregorian, setiap empat tahun sekali dianggap tahun kabisat, kecuali tahun yang habis dibagi 100 tetapi tidak habis dibagi 400.

Berbeda lagi, Kalender Hijriah menggunakan 12 kali siklus sinodis bulan, yaitu fase bulan yang sama atau hilal. Siklus sinodis Bulan rata‑rata 29,53 hari. Akibatnya, satu bulan Hijriah bisa 29 atau 30 hari, tergantung apakah hilal terlihat pada tanggal 29. Sehingga satu tahun Hijriah bisa 354 atau 355 hari.

Dengan memahami perbedaan ini, umat dapat menyesuaikan kegiatan keagamaan dengan lebih tepat. Pada 07 Juni 2026, umat yang mengikuti kalender Hijriah akan menunaikan ibadah pada 21 Dzulhijjah 1447 H, sementara kalender Masehi menunjukkan tanggal 07 Juni 2026. Perbedaan ini tidak hanya bersifat matematis, melainkan juga memengaruhi perencanaan ibadah dan perayaan.

HijriahDzulhijjahMuharramKemenagKonversiKalender MasehiFalakHilal

Komentar

Memuat komentar...