10 Hari Pertama Dzulhijjah: Amalan Penting dan Keutamaan

Endah K. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 144 dibaca
Bisik.id
10 Hari Pertama Dzulhijjah: Amalan Penting dan Keutamaan

Gambar atau konten salah?

Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dianggap paling istimewa dalam Islam. Pada masa ini, Allah SWT menganggap amal saleh yang dilakukan lebih dicintai dibandingkan hari-hari lainnya.

Menurut sebuah sumber, keutamaan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah ialah Allah SWT sangat mencintai amal saleh yang dilakukan pada hari-hari tersebut. Karena itu, amal kebaikan pada waktu ini memiliki kedudukan yang sangat istimewa dibandingkan hari-hari lainnya.

Dalam hadits riwayat Bukhari, Ahmad, dan at‑Tirmidzi, Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa amal pada 10 hari pertama Dzulhijjah tetap lebih utama dibandingkan jihad di jalan Allah, kecuali bagi orang yang keluar dengan jiwa dan hartanya dan tidak kembali lagi. Hadits tersebut berbunyi:

مَا مِنْ أَيَّامِ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ؟ قَالَ: وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

Artinya: "Tidak ada hari-hari di mana amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama Dzulhijjah). Para sahabat bertanya: 'Ya Rasulullah, tidak juga dibandingkan dengan jihad di jalan Allah?' Beliau menjawab: 'Tidak juga dengan jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya, lalu ia tidak kembali lagi dengan membawasesuatu pun (mati syahid).' (HR al‑Bukhari, Ahmad, dan at‑Tirmidzi)

Berikut adalah amalan yang dianjurkan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, berdasarkan buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun oleh Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid:

  1. Puasa

    Puasa disunnahkan dilakukan selama sembilan hari pertama, yakni tanggal 1‑9 Dzulhijjah. Hunaidah bin Kholid meriwayatkan dari istrinya bahwa Rasulullah SAW biasa berpuasa pada sembilan hari di awal bulan Dzulhijjah, pada hari Asyura (10 Muharram), dan tiga hari di setiap bulan. (HR Abu Dawud)

  2. Takbir dan Dzikir

    Amalan berikut meliputi bertakbir, bertahlil, bertasbih, bertahmid, beristighfar, dan memperbanyak doa. Dalam hadits riwayat Imam Bukhari, Ibnu 'Abbas berkata: وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ أَيَّامُ الْعَشْرِ ، وَالأَيَّامُ الْمَعْدُودَاتُ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ . وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ وَأَبُو هُرَيْرَةَ يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوقِ فِي أَيَّامِ الْعَشْرِ يُكَبِّرَانِ ، وَيُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيرِهِمَا . وَكَبَّرَ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيِّ خَلْفَ النَّافِلَةِ

    Artinya: "Berdzikirlah kalian pada Allah di hari-hari yang ditentukan yaitu 10 hari pertama Dzulhijah dan juga pada hari-hari tasyriq. Ibnu 'Umar dan Abu Hurairah pernah keluar ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijah, lalu mereka bertakbir, lantas manusia pun ikut bertakbir. Muhammad bin 'Ali pun bertakbir setelah shalat sunnah." (HR Bukhari)

  3. Melaksanakan Ibadah Haji

    Setiap muslim yang mampu secara fisik dan ekonomi diwajibkan menunaikan haji. Haji adalah salah satu rukun Islam yang menjadi kewajiban bagi yang mampu. Ibadah haji harus dilaksanakan sesuai tuntunan syariat agar diterima oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda: "Umrah ke umrah adalah penghapus dosa di antara keduanya. Dan, haji mabrur tidak ada balasan baginya, kecuali surga." (HR Bukhari dan Muslim)

  4. Berkurban

    Di tanggal 10 Dzulhijjah dan hari-hari tasyriq, umat Islam dianjurkan melaksanakan ibadah kurban. Kurban merupakan penyembelihan hewan ternak untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Nabi Ibrahim AS menjadi contoh dalam ibadah ini. Rasulullah SAW bersabda: فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَالْخَرَ (QS al‑Kautsar [108]: 02). Artinya: "Maka, dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah."

    Abdullah bin Umar berkata, "Rasulullah SAW tinggal di Madinah selama sepuluh tahun, dan beliau selalu berkurban." (HR Bukhari dan Muslim)

    Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa menyembelih hewan qurban setelah shalat, maka sungguh telah sempurna penyembelihannya. Ia telah cocok dengan sunnah kaum muslimin." (HR Bukhari dan Muslim)

  5. Taubat

    Taubat menjadi cara seorang hamba kembali kepada Allah SWT dari kesalahan. Sederhananya, taubat dilakukan dengan menyesali dosa, meninggalkan perbuatan dosa, dan bertekad tidak mengulanginya. Nabi Muhammad SAW bersabda: "Seandainya kamu tidak pernah berbuat dosa, pastilah Allah membinasakan kamu dan akan didatangkan suatu kaum yang melakukan dosa, lalu mereka beristighfar dan Allah pun mengampuni mereka." (HR Abu Ayyub al‑Anshari)

  6. Sholat Idul Adha

    Hari Raya Idul Adha diadakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah. Pada pagi hari, umat Islam dianjurkan melaksanakan shalat Idul Adha sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah SWT. Nabi Muhammad SAW pernah keluar pada Hari Raya Idul Adha atau Idul Fitri, lalu beliau mengerjakan shalat Id dua rakaat, namun beliau tidak mengerjakan shalat qabliyah maupun ba'diyah. (HR Bukhari dan Muslim)

Dengan mengikuti amalan-amalan tersebut, umat Islam dapat meraih keutamaan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Setiap tindakan, mulai dari puasa, dzikir, haji, kurban, taubat, hingga sholat Idul Adha, memiliki nilai spiritual yang tinggi. Melalui amalan ini, seseorang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperoleh pahala yang besar.

10 hari pertama Dzulhijjahamal salehpuasadzikirkurbanhajitaubat

Komentar

Memuat komentar...