17 Mei 2026 = 29 Dzulqa'dah 1447 H, Tanggal Konversi
Gambar atau konten salah?
Kalender Hijriah adalah sistem penanggalan yang digunakan umat Islam untuk menandai hari-hari penting dan menentukan waktu ibadah. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah, “17 Mei 2026 bertepatan dengan tanggal berapa dalam kalender Hijriah?”
Perbedaan utama antara kalender Hijriah dan Masehi terletak pada metode perhitungan. Kalender Hijriah didasarkan pada perputaran Bulan mengelilingi Bumi, sedangkan kalender Masehi menghitung revolusi Bumi mengelilingi Matahari. Karena perbedaan ini, konversi tanggal harus dilakukan terlebih dahulu.
Menurut Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, 17 Mei 2026 (Minggu) jatuh pada 29 Dzulqa'dah 1447 H. Hari ini, bulan Hijriah berada di bulan Dzulqa'dah, salah satu bulan haram yang penuh makna.
Berikut konversi kalender Masehi ke Hijriah untuk bulan Mei 2026, agar pembaca dapat melihat hubungan antara kedua sistem penanggalan:
- 1 Mei 2026: 13 Dzulqa'dah 1447
- 2 Mei 2026: 14 Dzulqa'dah 1447
- 3 Mei 2026: 15 Dzulqa'dah 1447
- 4 Mei 2026: 16 Dzulqa'dah 1447
- 5 Mei 2026: 17 Dzulqa'dah 1447
- 6 Mei 2026: 18 Dzulqa'dah 1447
- 7 Mei 2026: 19 Dzulqa'dah 1447
- 8 Mei 2026: 20 Dzulqa'dah 1447
- 9 Mei 2026: 21 Dzulqa'dah 1447
- 10 Mei 2026: 22 Dzulqa'dah 1447
- 11 Mei 2026: 23 Dzulqa'dah 1447
- 12 Mei 2026: 24 Dzulqa'dah 1447
- 13 Mei 2026: 25 Dzulqa'dah 1447
- 14 Mei 2026: 26 Dzulqa'dah 1447
- 15 Mei 2026: 27 Dzulqa'dah 1447
- 16 Mei 2026: 28 Dzulqa'dah 1447
- 17 Mei 2026: 29 Dzulqa'dah 1447
- 18 Mei 2026: 1 Dzulhijjah 1447
- 19 Mei 2026: 2 Dzulhijjah 1447
- 20 Mei 2026: 3 Dzulhijjah 1447
- 21 Mei 2026: 4 Dzulhijjah 1447
- 22 Mei 2026: 5 Dzulhijjah 1447
- 23 Mei 2026: 6 Dzulhijjah 1447
- 24 Mei 2026: 7 Dzulhijjah 1447
- 25 Mei 2026: 8 Dzulhijjah 1447
- 26 Mei 2026: 9 Dzulhijjah 1447
- 27 Mei 2026: 10 Dzulhijjah 1447
- 28 Mei 2026: 11 Dzulhijjah 1447
- 29 Mei 2026: 12 Dzulhijjah 1447
- 30 Mei 2026: 13 Dzulhijjah 1447
- 31 Mei 2026: 14 Dzulhijjah 1447
Dengan mengetahui konversi ini, umat dapat menyesuaikan ibadah dan amalan sunnah yang dianjurkan pada bulan Dzulqa'dah. Berikut beberapa amalan sunnah yang dapat dilaksanakan:
- Mandi Sunnah dan Berwudhu
- Shalat Sunnah
- Berpuasa pada Tanggal 25 Dzulqa'dah
- Berdzikir dan Berdoa pada Malam 15 Dzulqa'dah
- Qiyamul Lail
- Berpuasa Ayyamul Bidh
Mandi Sunnah dan Berwudhu disunnahkan untuk melakukan mandi bersih dan wudhu dengan niat khusus pada hari pertama bulan Dzulqa'dah. Niat ini dipercaya membawa keutamaan selama sebulan.
Shalat Sunnah melibatkan empat rakaat dengan dua kali salam. Setelah Al‑Faatihah, setiap rakaat dibaca al‑Ikhlas tiga kali, an‑Naas tiga kali, dan al‑Falaq satu kali. Di akhir salam, dibaca Istighfar sebanyak tujuh puluh kali, diikuti doa berikut:
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِي الْعَظِيمِ
Arab Latin: Laa haulaa wa laa quwwata ilaa billahil 'aliyyil 'azhiimi.
Artinya: “Tiada daya dan tiada kekuatan, kecuali karena pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Agung.”
يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي وَذُنُوْبَ جَمِيعِ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Arab Latin: Yaa 'aziizu yaa ghaffaaru, ighfirlii dzunuubii wa dzunuuba jamii'il mu'miniina wal mu'minaat. Fa innahuu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.
Artinya: “Wahai Yang Maha Mulia, wahai Yang Maha Pengampun, ampuni dosa-dosaku serta dosa-dosa mukminin dan mukminat. Sebab, tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa, kecuali Engkau.”
Berpuasa pada Tanggal 25 Dzulqa'dah didasarkan pada riwayat Al‑Hasan bin Ali al‑Wasysya’, yang menyebutkan bahwa pada malam 25 Dzulqa'dah, bumi dibentangkan dari bawah Ka'bah. Puasa pada hari ini dianggap setara dengan berpuasa 60 bulan.
Berdzikir dan Berdoa pada Malam 15 Dzulqa'dah dianggap malam penuh berkah. Para ulama berpendapat bahwa malam ini memberi seratus pahala kepada orang yang beramal. Oleh karena itu, memperbanyak dzikir dan doa di malam ini dianjurkan.
Qiyamul Lail pada malam 25 Dzulqa'dah juga sangat dianjurkan. Menurut beberapa hadits, malam ini adalah saat bumi dibentangkan dari bawah Ka'bah di atas air. Bangun malam untuk beribadah di malam ini diyakini membawa pahala yang tak terhingga.
Berpuasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah pada pertengahan bulan, yaitu tanggal 13, 14, dan 15. Puasa ini menambah pahala dan mendekatkan diri kepada Allah.
Dengan memahami konversi tanggal dan amalan sunnah yang dianjurkan, umat dapat memanfaatkan bulan Dzulqa'dah untuk meningkatkan ibadah dan ketakwaan. Menjalankan amalan ini secara konsisten dapat memperkuat hubungan spiritual dan membawa manfaat bagi kehidupan sehari‑harinya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Khutbah Jumat Akhir Tahun: Refleksi dan Muhasabah 1447 H
Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Weton Tulang Wangi: Tradisi Penanggalan Jawa Tetap Ada
Cek Bansos: Aplikasi Monitoring Bantuan Sosial di Ponsel
Doa Akhir Tahun 1448 H Dibaca Setelah Ashar 15 Juni 2026
1 Muharram 1448 H: 16 Juni 2026, Momen Amal dan Refleksi
Berita Terbaru
Fabiola Elizabeth Tersangka Penipuan Online Internasional
Pedagang Valas Kaki Lima di Jalan Kwitang Terima Dolar Rusak
Kebakaran 4 Ha di Bangka Barat Padam dalam 1 Jam pada 3 Juni
Khutbah Jumat Akhir Tahun: Refleksi dan Muhasabah 1447 H
Curacao masuk Piala Dunia 2026, Chong satu pemain asli
Beasiswa AGRTPS 2026: 5 Slot Buka, Pendaftaran Hingga 18 Juni
BGN Digeledah, Pimpinan Baru Fokus Perbaikan Tata Kelola
