20 Tahun Lapindo: Tanggul Tinggi Cegah Lumpur ke Rel Kereta

Nita W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 96 dibaca
Bisik.id
20 Tahun Lapindo: Tanggul Tinggi Cegah Lumpur ke Rel Kereta

Gambar atau konten salah?

20 tahun setelah semburan lumpur Lapindo pertama kali muncul pada 29 Mei 2006, fakta baru muncul yang menimbulkan pertanyaan. Salah satu isu yang ditekankan warga adalah kekhawatiran bahwa tanggul yang ditinggikan bisa menyebabkan lumpur meluber ke jalur kereta api.

Menurut Zulyana Tandju, Kepala Bidang Perencanaan Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS), peninggian tanggul justru memiliki dampak baik. “Semburan lumpur yang masih berlangsung menyebabkan daya tampung kian berkurang, justru upaya peninggian top dan lebar tubuh tanggul atau counter weight dilakukan tujuannya adalah menambah beban penyeimbang agar lereng tidak longsor atau mengalami deformasi,” ujar Zulyana pada Sabtu, 30 Mei 2026.

Dia menjelaskan bahwa upaya ini bertujuan menambah beban penyeimbang agar lereng tidak longsor atau mengalami deformasi. Peninggian tanggul juga dimaksudkan untuk menjaga stabilitas tanggul akibat tekanan lumpur, sekaligus mempertahankan daya tampung waduk dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar secara tidak langsung.

Di sisi lain, Zulyana menambahkan bahwa tanggul harus dapat menahan beban tanah pada posisi line main. “Di sisi lainnya kegunaannya agar kemampuan daya dukung tanah pada posisi line main tanggul stabil dan ini harus dilakukan untuk pengurangan volume semburan dalam area tanggul dengan cara melakukan pengaliran lumpur ke Kali Porong,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa upaya ini tidak hanya menjaga stabilitas tanggul akibat tekanan lumpur, tetapi juga mempertahankan daya tampung waduk dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar secara tidak langsung. “Upaya ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga stabilitas tanggul akibat tekanan lumpur, tetapi juga untuk mempertahankan daya tampung waduk dalam melokalisir semburan lumpur serta meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar secara tidak langsung,” tambahnya.

Selanjutnya, Zulyana menegaskan bahwa kegiatan ini memberikan perlindungan terhadap permukiman, infrastruktur, dan lahan sekitar dari potensi luapan lumpur, sekaligus menjadi solusi teknis dalam mengendalikan dampak bencana semburan lumpur secara berkelanjutan. “Kegiatan ini memberikan perlindungan terhadap permukiman, infrastruktur, dan lahan sekitar dari potensi luapan lumpur, sekaligus menjadi solusi teknis dalam mengendalikan dampak bencana semburan lumpur secara berkelanjutan,” tandasnya.

Dengan langkah ini, pihak pengendali tetap menyeimbangkan kebutuhan teknis dan perlindungan lingkungan di wilayah yang terdampak.

LapindolumpurtanggulSidoarjopengendalian lumpurstabilitasdampak lingkunganinfrastruktur

Komentar

Memuat komentar...