23 Maret 2026: Ribuan Wisatawan di Jalan Asia Afrika Bandung
Gambar atau konten salah?
On 23 Maret 2026, sekitar pukul 19.30 WIB, ribuan wisatawan menumpuk di Jalan Asia Afrika di Kota Bandung. Mereka datang dari luar kota, terutama Jakarta, untuk menikmati suasana malam di pusat kota.
Di persimpangan Jalan Tamblong-Asia Afrika, kendaraan roda empat mulai mengular. Meski lalu lintas padat, arus masih bergerak perlahan. Banyak mobil dan motor keluar masuk dari area parkir bekas Gedung Palaguna, menambah perlambatan di jalan tersebut.
Waktu itu, aktivitas di sekitar Gedung Merdeka, JPO Asia Afrika, hingga Alun‑Alun Bandung sangat ramai. Wisatawan juga berkumpul di Palestine Walk dan Tugu Asia Afrika, tempat favorit untuk berswafoto. Di sana, banyak yang berusaha menangkap momen dengan latar ikon jalanan Bandung.
Di antara pengunjung, Asep, warga Jakarta, datang bersama istri dan keluarganya. "Ke Bandung hari kemarin, mudik ke rumah saudara, malam ini main dulu, besok pulang," kata Asep. Ia menempuh perjalanan mudik dengan sepeda motor. "Pakai motor, kemarin jalannya lumayan macet, Jakarta‑Bandung via Puncak lima jam lebih," ujarnya, menegaskan betapa melelahkannya perjalanan.
Tak hanya Asep, Nisa, wisatawan asal Tangerang, juga mengunjungi kawasan ini. "Asli di Cimahi, sekarang tinggal di Tanggerang, suami kerja juga di sana. Main ke sini karena suasananya nyaman, sekalian nostalgia juga," ungkap Nisa. Bersama suaminya, ia memanfaatkan waktu untuk berswafoto di latar Jalan Asia Afrika. "Tadi dari sana (Gedung Merdeka), kesini, foto‑foto, indah banget pemandangan Bandung malam ini," tambahnya.
Dengan begitu banyak orang yang beraktivitas di area tersebut, lalu lintas tetap mengalir meski perlahan. Keberadaan wisatawan dari berbagai kota menambah semarak malam di Bandung, menandai hari yang penuh aktivitas di pusat kota. The evening scene, with its blend of traffic, selfies, and local charm, reflects a typical night in the city for many visitors.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
