5 Kesalahan Umum Saat Masak Paha Ayam

Fitri A. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
5 Kesalahan Umum Saat Masak Paha Ayam

Gambar atau konten salah?

Paha ayam memang jadi favorit banyak orang. Teksturnya lebih lembut, juicy, dan punya rasa gurih alami yang susah ditandingi bagian lain. Tapi, kalau cara masaknya salah, paha ayam bisa berubah jadi bencana. Kering, kenyal, atau malah lembek. Semua itu bisa terjadi karena lima kesalahan umum yang sering diabaikan. Yuk, simak apa saja.

1. Salah Pilih Jenis Paha Ayam

Paha ayam terkenal lebih enak dari dada karena kandungan lemaknya tinggi. Lemak ini bikin daging lebih beraroma dan tidak cepat kering. Selain itu, paha juga punya lebih banyak jaringan ikat. Selama proses memasak, jaringan ikat itu hancur dan meleleh ke dalam daging, menghasilkan tekstur super empuk dan lumer di mulut.

Tapi, semua kelezatan itu bisa rusak sejak awal kalau kamu salah pilih jenis paha ayam. Ada dua jenis pendinginan yang umum: chiller (didinginkan di rak udara terbuka) dan yang didinginkan dalam air (seperti etalase dengan es batu). Pilih yang chiller karena bakal menghasilkan kulit lebih renyah.

Pilihan terbaik adalah paha ayam bertulang dan berkulit. Kecuali kamu mau bikin sup atau semur, baru deh pilih yang tanpa tulang dan kulit.

2. Lupa Teknik Brining

Sebelum diolah, paha ayam sebaiknya direndam dalam air garam. Ini namanya teknik brining. Ada dua cara: perendaman basah dan perendaman kering.

Proses brining menghasilkan profil rasa lebih kuat, meningkatkan kelembutan, kekenyalan, dan bikin warna ayam lebih rata saat dimasak. Teknik ini sederhana tapi sering dilupakan.

Untuk brining basah, rendam ayam dalam campuran air, garam, dan biasanya ditambahkan gula serta rempah-rempah. Paha ayam sebaiknya direndam tidak lebih dari dua jam. Setelah itu, tepuk-tepuk ayam hingga kering, baru dibumbui atau dimarinasi sesuai selera.

Metode brining kering hanya melibatkan garam yang ditaburi merata di kedua sisi paha ayam. Setelahnya, masukkan daging ke kulkas setidaknya satu jam, bisa semalaman atau sepanjang hari. Keluarkan, keringkan, lalu tambah bumbu pilihan.

3. Terlalu Lama Merendam Paha Ayam

Marinasi memang cara terbaik untuk meningkatkan cita rasa ayam goreng. Tapi ingat, paha ayam mudah menyerap cairan. Jangan merendam paha ayam terlalu lama dalam bumbu marinasi. Waktu idealnya hanya dua hingga tiga jam, bukan semalaman.

4. Tidak Mengeringkan Kulit Ayam

Kulit paha ayam sering tidak matang sesuai keinginan. Kemungkinan besar karena kamu tidak mengeringkannya dulu. Akibatnya, kulit jadi keriput, pucat, kenyal, bahkan berlendir.

Solusinya mudah. Letakkan paha ayam satu per satu di atas loyang atau nampan. Ambil tisu dapur bersih, tepuk perlahan hingga tidak ada lagi kelembapan yang menempel. Langkah ini harus dilakukan di antara proses perendaman atau marinasi serta pemberian bumbu kering. Bumbu juga akan lebih mudah menempel pada paha ayam yang kering. Kelembapan ekstra bisa menyebabkan bumbu terlepas di akhir proses memasak.

5. Memasak di Suhu Terlalu Tinggi

Paha ayam punya ketebalan yang khas. Bagian tengahnya lebih tebal dan menipis di sepanjang tepinya. Ini artinya, butuh waktu berbeda saat memasaknya. Selain itu, kandungan lemak tinggi bikin paha ayam lebih mudah gosong.

Kalau memasak dalam suhu terlalu tinggi, kamu bisa mendapatkan lemak di paha menjadi gosong, dagingnya kering, dan bagian tengah kurang matang. Solusinya, masak paha ayam dengan api kecil secara perlahan. Suhu idealnya antara 176 hingga 190 derajat Celcius dalam jangka waktu yang agak lama, sampai bagian paha paling tebal mencapai suhu internal 85 derajat Celcius.

Intinya, paha ayam itu bahan yang enak tapi butuh perlakuan khusus. Mulai dari pemilihan jenis, teknik brining, waktu marinasi, pengeringan kulit, hingga suhu memasak. Semua langkah kecil ini menentukan apakah paha ayammu jadi hidangan lezat atau malah mengecewakan.

paha ayamtips memasakteknik briningkesalahan memasakkulit ayamsuhu memasakmarinasi

Komentar

Memuat komentar...