9 dari 10 Penderita Diabetes di Jakarta Tak Sadar
Gambar atau konten salah?
Kementerian Kesehatan RI baru saja merilis data yang cukup mencengangkan tentang diabetes melitus tipe 2 di Indonesia. Survei kesehatan terbaru di DKI Jakarta menemukan bahwa angka prevalensi diabetes sudah mencapai 12,8 persen. Artinya, satu dari delapan orang yang tinggal di ibu kota saat ini hidup dengan diabetes.
Yang lebih memprihatinkan, penyakit ini seperti ancaman yang tidak terlihat. Dari total 12,8 persen warga yang terkena dampak, hanya sekitar 3 persen yang sudah didiagnosis oleh dokter. Sisanya, sebanyak 9,8 persen, baru tahu bahwa mereka mengidap diabetes saat ikut serta dalam survei. Selama ini tubuh mereka tidak menunjukkan gejala apa pun.
Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof Dante Saksono Harbuwono, menjelaskan bahwa angka tinggi ini erat kaitannya dengan faktor genetik. Studi genetik di Indonesia menunjukkan fakta mengejutkan: hampir semua orang Indonesia sebenarnya memiliki bakat atau gen diabetes di dalam tubuh mereka.
"Jika hanya salah satu orang tua yang mengidap diabetes, risiko anak terkena diabetes masih di bawah 10 persen. Namun, jika kedua orang tua menyandang diabetes, risiko anak meningkat drastis menjadi 20 hingga 30 persen pada usia yang jauh lebih muda. Kurva risikonya naik tajam," kata Prof Dante, dikutip dari laman Kemenkes, Rabu (8 Juli 2026).
Lalu apa yang memicu gen diabetes laten ini aktif? Jawabannya adalah obesitas atau kelebihan berat badan. Prof Dante meminta masyarakat untuk mengubah cara pandang. Obesitas bukan sekadar masalah penampilan. Ini adalah penyakit metabolisme kronis. Saat ini, obesitas secara konsisten masuk dalam lima besar masalah kesehatan yang paling sering ditemukan di Indonesia melalui program Cek Kesehatan Gratis.
"Berbicara tentang obesitas berarti berbicara tentang perubahan metabolisme tubuh. Dengan mengendalikan dan menurunkan angka obesitas, kita secara langsung dapat mencegah komplikasi lanjutan, seperti menurunkan angka kasus diabetes, hipertensi, hingga penyakit jantung," tegasnya.
Data ini menunjukkan bahwa diabetes bukan lagi penyakit orang tua. Dengan faktor genetik yang hampir dimiliki semua orang dan gaya hidup yang memicu obesitas, penyakit ini bisa menyerang siapa saja, termasuk anak muda. Kesadaran untuk memeriksakan diri secara rutin menjadi kunci, karena banyak penderita tidak merasakan gejala sampai penyakitnya sudah parah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
3.000 Orang Sakit Setelah Makan Selada, Wabah Parasit di AS
Desta Jalani Operasi Sedot Darah di Mata
Keringat Bayi Saat Menyusu? Bisa Jadi Tanda Jantung Bocor
Morinaga: Biarkan Anak Jadi Anak, Tak Perlu Sempurna
Gangguan Jiwa Bisa Memangkas 10-20 Tahun Hidup
Susu Kental Manis vs Evaporasi: Beda Rasa, Beda Fungsi
Berita Terbaru
Bobby Minta TKD Sumut 2027 Tak Dipotong
Atap SD Ambrol, Siswa Belajar Bergantian di Musala
Harga Ayam dan Telur Mulai Naik Pasca Bulan Suro
7 Tips Liburan Eropa Barat dari Traveler Indonesia
De la Fuente Minta Yamal Rileks Hadapi Prancis
OJK: Likuiditas Perbankan Aman, Rp 400 Triliun Disuntik ke Himbara
