Aflaha Prasetyo Diterima 10 Universitas Luar Negeri di Kanada

Dian P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 89 dibaca
Bisik.id
Aflaha Prasetyo Diterima 10 Universitas Luar Negeri di Kanada

Gambar atau konten salah?

Aflaha Prasetyo menatap dunia dengan senyum lebar yang tak terelakkan. Siswa berprestasi asal SMA Boarding Al Irsyad Al Islamiyah Purwokerto ini berhasil menembus 10 universitas luar negeri sekaligus, sebuah pencapaian yang tidak datang begitu saja.

“Saat ini alhamdulillah sudah diterima di 10 kampus luar negeri ya. Persiapannya sebenarnya dari pertengahan kelas 11. Mulai cari-cari informasi jurusan dan kampus yang risetnya bagus dan reputasinya juga bagus secara global,” ujarnya pada Selasa, 07 April 2026.

Di samping itu, Aflaha menekankan pentingnya menjaga nilai akademik. “Di samping itu juga saya mempertahankan nilai, supaya nanti di transkrip akhir tetap bagus,” tambahnya.

Universitas yang menerima Aflaha antara lain: University of Toronto (Kanada), University of Alberta (Kanada), Victoria University of Wellington (Selandia Baru), University of Calgary (Kanada), University of Minnesota (Amerika Serikat), Curtin University (Australia), The University of Queensland (Australia), Auckland University of Technology (Selandia Baru), The University of Western (Australia), dan Australian National University (Australia).

Di antara semua penerimaan, University of Toronto menjadi impian utamanya. “Yang diimpikan sebenarnya di Kanada, karena reputasinya sangat bagus. University of Toronto itu masuk top 29 QS World di dunia. Itu yang paling saya bangga bisa keterima di situ,” ungkapnya.

Aflaha juga menegaskan bahwa studi di luar negeri akan membuka wawasan yang lebih luas. “Kalau studi di luar itu kan bisa membuka wawasan dan sudut pandang yang lebih luas. Harapannya nanti ilmu yang didapat bisa diterapkan kembali di Indonesia,” jelasnya.

Dalam proses pendaftaran, ia mengaku sebagian besar kampus mengenakan biaya pendaftaran. Namun, beberapa di antaranya menawarkan beasiswa parsial. “Sebagian besar tetap bayar, tapi biasanya ada scholarship partial. Kalau mau yang full mungkin bisa daftar ke Garuda,” katanya.

Support keluarga juga menjadi kunci. “Alhamdulillah orang tua sangat senang, karena dari awal mereka juga mendukung penuh,” ucap anak pertama dari tiga bersaudara ini.

Menurut Kepala SMA Boarding Al Irsyad Al Islamiyah Purwokerto, Sudrajat, pencapaian Aflaha bukanlah hal yang berdiri sendiri. “Anak-anak kami yang berminat ke luar negeri bisa diterima di kampus unggulan dunia seperti di Amerika, Kanada, Australia, dan New Zealand. Ada yang diterima di 3, 8, bahkan 10 kampus,” kata Sudrajat.

Sudrajat menambahkan bahwa motivasi, kemampuan bahasa Inggris, dan kemandirian belajar menjadi kunci. “Yang membuat kami bangga, mereka juga sudah menyelesaikan hafalan Al-Qur'an. Dan Aflaha ini sudah menyetorkan hafalannya 30 juz. Ini menjadi modal yang bagus untuk hidup di negeri orang,” ujarnya.

Program unggulan pembinaan studi luar negeri di sekolah sudah dimulai sejak kelas 10. “Kami mulai dari kelas 10 dengan memberikan informasi berbagai perguruan tinggi dan jurusannya. Lalu ada audiensi dengan siswa dan orang tua, hingga pembinaan intensif di kelas 12, baik bahasa, tes, maupun administrasi sampai pendaftaran,” pungkasnya.

Keberhasilan Aflaha menegaskan bahwa kombinasi persiapan akademik, dukungan keluarga, dan program sekolah yang terstruktur dapat membuka pintu ke dunia pendidikan internasional. Dengan dua bidang studi yang menantang—Neuroscience dan Teknik—dia berharap ilmu yang didapat dapat kembali memberi manfaat bagi Indonesia.

Aflaha PrasetyoSMA Boarding Al Irsyad Al Islamiyah PurwokertoUniversitas luar negeriUniversity of Torontobeasiswadukungan keluargaNeuroscienceTeknik

Komentar

Memuat komentar...