AI dan Koding Jadi Mata Pelajaran Wajib Semua Jenjang
Gambar atau konten salah?
AI dan koding akan menjadi mata pelajaran wajib di semua jenjang pendidikan, kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. Ia menyatakan, “Kalau guru sudah terpenuhi dan kalau sarana prasarananya juga sudah kami penuhi, maka pada waktunya AI dan koding akan menjadi mata pelajaran wajib di semua jenjang pendidikan.”
Di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, pemaparan tersebut diucapkan pada Minggu (17 Mei 2026). Menurut Mu'ti, beberapa sekolah sudah menawarkan materi AI dan koding sebagai mata pelajaran pilihan. Namun, pelajaran ini baru dapat diterapkan ketika sekolah memiliki sarana, prasarana, dan tenaga pendidik yang memadai.
Untuk memperkuat pendidikan digital, Mendikdasmen telah melatih guru melalui program pelatihan AI dan koding. Ia menambahkan, “Guru-guru juga sudah kami latih memperkuat pendidikan dan kemampuan digitalisasi dengan pelatihan AI dan koding. Sekarang ini AI dan koding telah menjadi mata pelajaran pilihan di sekolah‑sekolah yang telah siap.”
Selain itu, Mu'ti menegaskan bahwa kementerian sedang memperkuat pendidikan karakter. Program ini melatih siswa dalam tujuh kebiasaan: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan karakter positif di kalangan generasi muda.
Dalam rangka memulai hari belajar dengan semangat, kebijakan Pagi Ceria diluncurkan. Mu'ti menjelaskan, “Kami juga menerbitkan kebijakan pagi ceria yang berisi tiga kegiatan, yaitu menyanyikan lagu Indonesia Raya dalam rangka menumbuhkan nasionalisme, kemudian Senam Anak Indonesia Hebat, dan doa bersama yang dilaksanakan sebelum kegiatan belajar mengajar dilaksanakan.”
Program pembelajaran mendalam juga menjadi fokus. Mu'ti menyatakan, “Program‑program ini juga kami perkuat dengan kebijakan pembelajaran mendalam yang kami mulai melatih para guru untuk menerapkan pembelajaran mendalam, itu juga memperkuat pendidikan karakter dengan penguatan kebangsaan.”
Dengan langkah-langkah tersebut, Mendikdasmen berupaya menyiapkan sistem pendidikan yang lebih siap menghadapi era digital, sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter dan kebangsaan pada setiap siswa.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
