Alya Ramadhani: Muda dan Sukses dengan Wedding Organizer Simpul Awal
Gambar atau konten salah?
Jakarta - 'Cintailah apa yang kamu kerjakan.' Kalimat itu menjadi dasar bagi Alya Ramadhani Putriditya dalam menjalani bisnisnya. Alya memulai usaha Wedding Organizer yang kini besar dan sukses saat masih kuliah. Seperti banyak anak muda, ia ingin mandiri dan membangun usaha di bidang yang dicintainya. Tekad ini membuatnya terus melangkah, meski harus membagi waktu antara kuliah dan proyek yang dirintis.
Alya resmi mendirikan Simpul Awal Wedding Organizer pada 2021 saat ia masih di semester 3. Di waktu yang sama, ia aktif menjadi Master of Ceremony (MC) untuk berbagai acara, termasuk lamaran. Dari pengalaman ini, ia mulai menyukai industri pernikahan.
Pengalaman menjadi MC memberi Alya wawasan baru. Ia merasa suasana hangat di acara lamaran sangat cocok untuk dirinya. Ia mulai menjalin relasi dengan vendor dan mempersiapkan fondasi untuk usahanya. "Pas jadi MC itu merasa, feel memandu acara lamaran itu kok kayaknya hangat banget. Aku merasa kalau industri ini diseriusin asik," ungkap Alya.
Untuk mendirikan usahanya, Alya mengumpulkan modal sekitar Rp 3 juta, yang cukup sulit diperoleh sebagai mahasiswa. Modal ini digunakan untuk membeli peralatan, seperti Handy Talkie (HT). Mendapat izin orang tua juga menjadi tantangan, yang meminta agar ia fokus pada kuliah. Namun, dengan percaya diri dan kemampuan mengatur waktu, ia berhasil menunjukkan bahwa berbisnis sambil kuliah mungkin dilakukan.
Muncul tantangan baru setelah lulus, ketika Alya bekerja penuh waktu di kantor konsultan bisnis. Ia harus membagi waktu antara pekerjaan dan bisnis, seringkali mencuri waktu di sela-sela istirahatnya.
Menariknya, Simpul Awal lahir di tengah pandemi Covid-19. Alih-alih menjadi penghalang, Alya melihat peluang dari meningkatnya konsep intimate wedding, yaitu pernikahan dengan tamu terbatas. Ia menilai konsep ini cocok bagi pasangan muda, terutama Gen Z, yang ingin menggelar pesta sederhana dengan anggaran terjangkau. Meskipun lebih simpel, wedding organizer tetap harus menyesuaikan keinginan pengantin dengan budget yang ada. Fleksibilitas ini membuat bisnisnya tetap tumbuh saat usaha lain banyak yang terpuruk.
Bersama tim kecil yang ia bentuk, Alya belajar dari setiap proyek dan terus memperbaiki sistem kerja. Seiring dengan berkembangnya Simpul Awal, Alya memberanikan diri untuk resign dan fokus pada bisnisnya. "Dulu di tahun pertama kita cuma bisa 3 event, bahkan rugi. Alhamdulillah di tahun 2025 ini kita udah nge-handle sekitar 52 event, jadi naik sekitar 17 kali lipatnya. Omzet dalam setahun ini juga bisa tembus ratusan juta rupiah," jelasnya.
Saat ini, Simpul Awal menawarkan berbagai layanan, mulai dari Wedding Organizer On The Day dengan harga di bawah Rp 10 juta, hingga Wedding Planner dengan pendampingan penuh sejak persiapan awal, mulai dari Rp 20 juta. Mereka juga menangani jasa lamaran dan berbagai event lain sebagai Event Organizer.
Alya berbagi pengalaman berharga bagi anak muda yang ingin memulai usaha. Menurutnya, mahasiswa yang masih kuliah memiliki peluang besar, asalkan berani mengambil langkah pertama dan konsisten dalam perbaikan diri. "Cintailah apa yang kamu kerjakan, itu modal yang sangat kuat untuk bertahan," ujarnya.
Setiap bisnis memiliki tantangannya sendiri, dan untuk meraih kesuksesan, ada proses yang harus dilalui, termasuk menghadapi jatuh-bangun di awal. Proses tersebut adalah anak tangga menuju level berikutnya.
Pengalaman Alya menunjukkan bahwa dengan ketekunan dan cinta terhadap pekerjaan, kesuksesan dapat diraih meskipun menghadapi banyak rintangan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
TASPEN Ajak Karyawan Kurangi Emisi Lewat Green Miles
DJP Libatkan TNI-Polri Awasi Wajib Pajak
Prabowo: Minyak Goreng Langka di Negara Sawit Terbesar
Prabowo: Saya Diserang Gegara Program Makan Gratis
Prabowo Bantah MBG Boros, Sebut Ribuan Triliun Menguap
Prabowo: Ukuran Negara Berhasil, Rakyat Tak Kelaparan