Antrian 1 km di SPBU Massemba, Mudik & Kekhawatiran BBM
Gambar atau konten salah?
Di SPBU Massemba, yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Leoran, Kecamatan Enrekang, antrean kendaraan menumpuk sejak pagi hari. Antrian ini mengular sepanjang kurang lebih 1 km, menandakan tingginya kepadatan lalu lintas di daerah tersebut.
Kasat Lantas Polres Enrekang AKP Muh Ali menjelaskan bahwa petugas di lapangan turun melakukan pengaturan lalu lintas agar tetap tertib mengantre dan tidak menimbulkan kemacetan. "Iya, tadi teman-teman di lapangan turun melakukan pengaturan lalu lintas agar tetap tertib mengantre dan tidak menimbulkan kemacetan," katanya.
Antrian mulai terbentuk pada hari Minggu, 29 Maret 2026, sekitar pukul 10.00 WITA. Sejak saat itu, kendaraan terus menumpuk hingga mencapai panjang 1 km, namun tetap lancar berkat pengaturan arus lalu lintas yang dilakukan sejak pagi.
"Sejak pagi itu antrean. Ya kurang lebih 1 km antrean kendaraan. Tetap lancar karena anggota sudah di lokasi sejak pagi mengatur arus lalu lintas," jelasnya.
Kasat Lantas menilai bahwa kepadatan kendaraan disebabkan oleh banyak mobil yang mudik dan hendak pulang ke Makassar. Ia menolak spekulasi mengenai kelangkaan BBM. "Antrean kendaraan ini karena banyak yang sudah mau balik ke Makassar mereka habis mudik begitu. Kalau soal kelangkaan BBM saya kurang paham," tambahnya.
Salah satu warga, Faisal, mengungkapkan bahwa rasa kekurangan BBM mulai terasa sejak Sabtu, 28 Agustus 2025. Ia menyoroti bahwa di Enrekang hanya ada satu SPBU besar sebelum masuk daerah perkotaan. "Sejak kemarin itu ramai antrean karena sepertinya stok sedang menipis. Apalagi di Enrekang kota hanya 1 SPBU," ia paparkan.
Faisal menduga bahwa warga panik menanggapi isu kelangkaan BBM, yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa warga berusaha mengisi penuh kendaraan mereka sebelum BBM habis. "Ini juga sepertinya disebabkan warga panik karena adanya isu kelangkaan BBM karena dampak perang di timur tengah," tegasnya.
Antrian panjang di SPBU Massemba mencerminkan kepadatan lalu lintas akibat mudik dan kekhawatiran akan kelangkaan BBM. Pengaturan lalu lintas oleh petugas membantu menjaga ketertiban, sementara warga tetap waspada terhadap pasokan bahan bakar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Khutbah Jumat Akhir Tahun: Refleksi dan Muhasabah 1447 H
Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Weton Tulang Wangi: Tradisi Penanggalan Jawa Tetap Ada
Cek Bansos: Aplikasi Monitoring Bantuan Sosial di Ponsel
Doa Akhir Tahun 1448 H Dibaca Setelah Ashar 15 Juni 2026
1 Muharram 1448 H: 16 Juni 2026, Momen Amal dan Refleksi
Berita Terbaru
Beasiswa Garuda Gelombang II Terbuka Hingga 25 Juni 2026
Moody's Atur Peringkat Baa2 Negatif untuk Danantara Investasi
Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Turun di Bawah Rp18.000
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jawa Tengah Hari Ini Pada
Perpres No.27 2026: Potongan Ojek Online 8% Belum Berlaku
Brasil Bayar 203 Miliar Rupiah ke Ancelotti, Piala 2026
PPh Final 0,5% Permanen, PT Non‑Perorangan Dikeluarkan
