Apjatel Tuntut Pemerintah Tanggap Harga Kabel Fiber Optik 17%

Mira T. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 66 dibaca
Bisik.id
Apjatel Tuntut Pemerintah Tanggap Harga Kabel Fiber Optik 17%

Gambar atau konten salah?

Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) mengajukan permohonan kepada pemerintah agar segera menanggapi lonjakan harga bahan baku dan material kabel fiber optik. Kenaikan ini diperkirakan mencapai 17% dan didorong oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

“Secara signifikan harga kabel fiber optik dari supplier saat ini sudah tidak normal. Kenaikannya hampir 15-17 persen,” ujar Ketua Umum Apjatel Jerry Mangasas Swandy Selasa (14 April 2026).

Jerry menjelaskan bahwa kenaikan harga juga dipicu oleh meningkatnya biaya bahan turunan seperti HDPE (High‑Density Polyethylene), yang biasa dipakai sebagai pelindung kabel. Pipa HDPE biasanya berwarna oranye mencolok atau hitam dengan garis warna.

“Kalau sebelumnya sekitar Rp10 ribu per meter, sekarang bisa naik Rp1.500 sampai Rp1.700 per meter. Itu sangat signifikan,” ungkapnya.

Apjatel telah menyampaikan masalah ini kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan berharap perhatian lintas kementerian, termasuk Perindustrian dan Perdagangan, turut terlibat. Industri berharap pemerintah Presiden Prabowo Subianto dapat menyiapkan langkah intervensi atau insentif agar kenaikan biaya bahan baku tidak menghambat pembangunan infrastruktur digital nasional.

“Kami optimistis pemerintah akan memberi perhatian karena ini menyangkut pembangunan digital nasional,” tambahnya.

Lonjakan harga kabel fiber optik menambah beban biaya bagi operator jaringan. Jika tidak ada tindakan, biaya pembangunan dan ekspansi layanan broadband dapat meningkat secara signifikan.

Apjatelharga kabel fiber optikHDPElonjakan hargainfrastruktur digitalKomdigiPrabowo Subiantoketegangan geopolitik

Komentar

Memuat komentar...