Artemis II: Empat Astronot Kembali Selamat ke Bumi Setelah 10 Hari
Gambar atau konten salah?
Artemis II menandai langkah penting NASA pada pagi ini. Kapsul Orion yang menampung empat astronot akan menyelam di Samudra Pasifik setelah perjalanan 10 hari mengelilingi Bulan. Splashdown dijadwalkan pada Sabtu, 11 April 2026 pukul 07.07 WIB dan menjadi misi berawak pertama NASA ke sekitar Bulan sejak era Apollo lebih dari lima puluh tahun lalu.
Tim Artemis II terdiri dari Reid Wiseman (komandan), Victor Glover (pilot), Christina Koch, dan Jeremy Hansen dari Kanada. Mereka sudah berhasil melakukan flyby di sisi jauh Bulan sebelum kembali ke Bumi. Momen ini menandai akhir perjalanan luar angkasa yang menantang bagi para astronot.
NASA telah merilis jadwal resmi yang dapat disaksikan publik:
- 05.30 WIB – Siaran langsung NASA dimulai.
- 06.53 WIB – Orion mulai memasuki atmosfer Bumi (entry interface).
- 07.07 WIB – Splashdown di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego, California.
Proses pendaratan menjadi fase paling krusial. Saat memasuki atmosfer, Orion melaju dengan kecepatan sekitar 38.400 km/jam. Gesekan ekstrem menimbulkan suhu pada pelindung panas (heat shield) mencapai 2.760 derajat Celsius. Selama fase ini, kapsul mengalami blackout komunikasi selama kurang lebih 6 menit karena gangguan plasma.
Setelah melewati fase tersebut, parasut akan terbuka secara bertahap. Proses ini memperlambat kapsul hingga akhirnya mendarat di laut dengan kecepatan aman sekitar 32 km/jam. Semua data telemetry akan ditampilkan secara real‑time selama pendaratan.
Penggemar dapat menonton misi ini secara gratis melalui siaran resmi NASA dan platform streaming berikut:
Selain itu, kanal seperti NASASpaceflight, VideoFromSpace, dan Spaceflight Now biasanya menyiarkan jalannya misi dengan sudut pandang tambahan. Siaran ini menampilkan komentar ahli, tampilan dari dalam kapsul Orion, serta data telemetry secara real‑time.
Artemis II bukan sekadar perjalanan ke Bulan. Misi ini menjadi fondasi bagi Artemis III, yang direncanakan membawa manusia kembali mendarat di permukaan Bulan pada 2027‑2028. Selain itu, misi ini menguji performa sistem kapsul Orion dan roket Space Launch System (SLS) untuk perjalanan jarak jauh, termasuk potensi eksplorasi Mars di masa depan.
Keberhasilan Artemis II menandai langkah maju NASA menuju era baru eksplorasi luar angkasa manusia. Pendaratan ini menjadi momen penting yang menegaskan kesiapan teknologi dan tim dalam menghadapi misi luar angkasa berawak berikutnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
