Atthami Puja di Candi Sanggrahan: Umat Buddha Pencerahan

Sari D. · 1 min baca · 59 menit lalu · 25 dibaca
Bisik.id
Atthami Puja di Candi Sanggrahan: Umat Buddha Pencerahan

Gambar atau konten salah?

Atthami Puja digelar di pelataran Candi Sanggrahan di Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, sebagai upacara penutup perayaan Tri Suci Waisak. Puluhan umat Buddha dari Vihara Buddha Loka Tulungagung, Vihara Ngunut, dan Vihara Selorejo mengikuti setiap langkah upacara.

Ritual dimulai dengan mengelilingi candi, dipimpin oleh seorang samanera. Selama proses, para peserta menerima pencerahan rohani. Pada akhir upacara, samanera memercikkan air paritta kepada semua yang hadir.

Menurut Pembina Kerohanian Vihara Buddha Loka Tulungagung, Pandita Sugianto, Atthami Puja diperingati 8 hari setelah Hari Raya Waisak. Ia menjelaskan, “Ini untuk mengenang peristiwa sakral persembahan api atau kremasi jasad Sang Buddha Gautama setelah mencapai Parinirvana atau wafat,” kata Sugianto, Minggu (07 Juni 2026).

Ia menambahkan, “Kami memilih Candi Sanggrahan ini karena memiliki sejarah penting, menjadi persemayaman jenazah Gayatri sebelum dikremasi di Candi Dadi.”

Rangkaian upacara ini menjadi refleksi bagi umat Buddha untuk terus mengingat ajaran Sang Buddha. Selain itu, acara tersebut mengingatkan semua orang bahwa segala sesuatu bersifat tidak kekal; meski jasad dan fisik kuat, semuanya akan mengalami pelapukan dan kremasi.

Dengan suasana yang tenang dan penuh hikmat, Atthami Puja menegaskan nilai pentingnya mengenang kematian Sang Buddha dan melanjutkan praktik spiritual di Tulungagung.

Atthami PujaCandi SanggrahanTri Suci WaisakVihara Buddha Loka TulungagungParinirvanaKremasi

Komentar

Memuat komentar...