Avtur 2-3x Lipat, BPIH 2026 Stabil, Pemerintah Jaga Biaya

Sinta R. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 78 dibaca
Bisik.id
Avtur 2-3x Lipat, BPIH 2026 Stabil, Pemerintah Jaga Biaya

Gambar atau konten salah?

Avtur—bahan bakar pesawat—menjadi sorotan utama ketika harganya melonjak dua hingga tiga kali lipat. Lonjakan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) pada tahun 2026 dapat naik drastis. Meski begitu, pemerintah menegaskan bahwa biaya haji tahun depan tidak akan meningkat.

Menurut Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), kenaikan avtur disebabkan konflik global, khususnya di Timur Tengah. Ia mengatakan, “Avtur naik 2-3 kali lipat, itulah dampak yang langsung kita rasakan sekarang ini, dan kita sedang mencari pemecahannya.”

Avtur memegang peranan penting dalam biaya penerbangan jemaah. Kenaikan harga avtur secara otomatis menekan struktur BPIH, terutama pada sektor transportasi udara. Karena itu, dua maskapai utama yang melayani jemaah haji—Garuda Indonesia dan Saudia Airlines—mengajukan penyesuaian biaya.

Garuda Indonesia mengusulkan tambahan biaya sekitar Rp 7,9 juta per jemaah, dengan asumsi harga avtur mencapai USD 116 per liter. Saudia Airlines menilai kenaikan serupa, yakni USD 480 atau setara Rp 8,1 juta per jemaah. Bila usulan ini diterapkan, biaya penerbangan haji, yang sebelumnya berada di kisaran Rp 33,5 juta, dapat meningkat signifikan.

Selain harga avtur, perubahan rute penerbangan akibat ketidakstabilan geopolitik juga dapat memengaruhi biaya. Jika maskapai harus mengambil jalur lebih panjang, konsumsi bahan bakar akan bertambah. Kementerian Haji dan Umrah memaparkan dua skenario: tanpa perubahan rute, biaya diperkirakan naik menjadi Rp 46,9 juta per jemaah, hampir 40 % lebih tinggi. Namun, bila rute berubah, angkanya bisa mencapai Rp 50,8 juta, naik lebih dari 50 %.

Perubahan rute juga dapat menambah durasi perjalanan hingga empat jam. Waktu tempuh yang lebih lama berarti konsumsi bahan bakar yang lebih besar, sehingga biaya naik lebih cepat.

Walaupun ada potensi kenaikan, pemerintah tetap berkomitmen melindungi jemaah. Presiden secara langsung menyatakan bahwa biaya haji 2026 tidak akan naik, bahkan direncanakan turun sekitar Rp 2 juta. Ia berkata, “Walaupun harga avtur naik, tapi kita berani menurunkan biaya haji untuk tahun ini. Demikian komitmen pemerintah ini untuk melindungi rakyat paling bawah.”

Pernyataan tersebut menegaskan arah kebijakan pemerintah yang tidak ingin menambah beban biaya bagi jemaah. Pemerintah terus menghitung ulang skenario biaya dengan mempertimbangkan dinamika global terbaru.

Secara resmi, pemerintah menyatakan bahwa biaya haji 2026 akan tetap terkendali. Namun, kondisi ini masih sangat bergantung pada faktor eksternal yang berada di luar kendali. Pemerintah akan menyesuaikan kebijakan bila situasi global berubah.

Dengan latar belakang kenaikan avtur dan usulan maskapai, pemerintah berusaha menjaga agar biaya haji tetap terjangkau. Meskipun risiko kenaikan masih ada, komitmen untuk menurunkan biaya menunjukkan upaya melindungi jemaah dari beban tambahan. Pemerintah akan terus memantau situasi dan menyesuaikan kebijakan bila diperlukan, menjaga agar biaya haji tetap stabil di tahun 2026.

AvturBPIHhaji 2026Garuda IndonesiaSaudia Airlinesgeopolitikkonsumsi bahan bakar

Komentar

Memuat komentar...