Ayam Goreng Sayangan: Ikon Kuliner 50 Tahun di Semarang

Ratna D. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 78 dibaca
Bisik.id
Ayam Goreng Sayangan: Ikon Kuliner 50 Tahun di Semarang

Gambar atau konten salah?

Ayam Goreng Sayangan sudah menjadi ikon kuliner di Semarang sejak tahun 1970‑an. Tempat ini, yang terletak di Jalan Mt. Haryono No.1B, Purwodinatan, menyajikan ayam kampung dengan dua cara pengolahan berbeda: bumbu ungkep dan marinasi. Setiap potong ayam dijual seharga Rp 25.000, dan pelanggan dapat memilih paket ayam dan nasi yang lebih terjangkau.

Seorang juru masak di Ayam Goreng Sayangan, ketika diminta bicara, mengingatkan bahwa gerai ini sudah berusia lebih dari lima puluh tahun. “Ini sudah lama hadir di sini, sekitar 50 tahunan. Tempatnya cuma di sini, nggak ada cabang lain,” ujarnya. Pemiliknya, Suyadi, dulu berjualan keliling sebelum memutuskan membuka gerai di kawasan Sayangan. Ia masih tetap menjaga resep asli yang telah diwariskan sejak generasi pertama.

Ayam yang disajikan biasanya berupa potongan dada atau paha ayam kampung. Untuk bumbu ungkep, potongan ayam dibumbui, direbus bersama bumbu, lalu digoreng. Hasilnya empuk dan gurih, dengan rasa yang cenderung asin. Sedangkan ayam marinasi hanya dimarinasi sebelum digoreng, sehingga teksturnya lebih kenyal dan bumbu meresap ke dalam serat daging. Kedua jenis ayam ini disajikan bersama nasi putih dan sambal bawang, menambah kelezatan sajian.

Para pengunjung seringkali datang untuk mencicipi kedua varian tersebut. Dalam kunjungan terakhir, tim kuliner memesan empat potong ayam, dua potong dari setiap jenis. Mereka juga menambahkan nasi putih dan sambal terasi. Saat mencicipi ayam marinasi, rasa gurihnya terasa meresap ke dalam daging, membuatnya terasa kenyal dan nikmat. Sementara ayam ungkep, teksturnya lebih empuk dan rasa gurihnya lebih pekat, cocok dinikmati bersama sambal bawang.

Ayam Goreng Sayangan juga menjadi tempat favorit bagi Nex Carlos, seorang jurnalis kuliner yang sering berkeliling Indonesia. Ia mendapatkan rekomendasi ini dari timnya beberapa tahun lalu. Saat mencoba, ia mengatakan, “Enak banget nih ayam gorengnya, juga suka banget sama bumbunya padahal kayaknya bumbunya sederhana.”

Jam operasional gerai buka dari pukul 12.00 hingga 22.00 WIB. Pelanggan dapat membayar secara tunai maupun non‑tunai. Selain ayam, pelanggan juga dapat memesan ati ampela dan kepala ayam, menambah variasi menu di tempat ini.

Dengan sejarah yang panjang dan resep yang belum berubah, Ayam Goreng Sayangan tetap menjadi pilihan utama bagi warga Semarang yang mencari makanan cepat saji yang enak. Meskipun tidak memiliki cabang, gerai ini terus menarik pelanggan baru berkat reputasi rasa yang konsisten.

Secara keseluruhan, Ayam Goreng Sayangan menonjol karena keaslian resep, kualitas ayam kampung, dan pelayanan yang ramah. Setiap potong ayam membawa kenangan masa lalu yang masih terasa segar di lidah pengunjung. Dengan harga yang terjangkau dan cita rasa yang memuaskan, tempat ini tetap menjadi destinasi kuliner yang layak dicoba bagi siapa saja yang berada di Semarang.

Ayam Goreng SayanganSemarangayam kampungbumbu ungkepmarinasiresep aslicita rasa

Komentar

Memuat komentar...