Tulungagung Terbatas UHC, Capaian 84,5% Perlu Peningkatan
Gambar atau konten salah?
Di Tulungagung, capaian Universal Health Coverage (UHC) masih belum tercapai. Kabupaten ini berada di posisi tiga terendah di Jawa Timur dalam hal kepesertaan BPJS Kesehatan.
Menurut data yang dikumpulkan hingga 31 Mei 2026, Fitriyah Kusumawati, kepala BPJS Kesehatan Tulungagung, menyatakan bahwa jumlah peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hanya 965.760 jiwa, setara 84,52 persen dari total penduduk 1.142.607 jiwa.
"UHC Tulungagung ini masih menjadi PR. Saat ini kepesertaan JKN Tulungagung posisi 36 dari 38 kabupaten/kota di Jatim. Kita di atasnya Kabupaten Blitar dan Ponorogo," kata Fitri, Jumat (19 Juni 2026).
Untuk mencapai target 98 persen kepesertaan, masih diperlukan tambahan 153.885 peserta. Selain itu, tingkat peserta aktif JKN di Tulungagung masih rendah, yaitu 60,31 persen, jelasnya. Saat ini, peserta aktif mencapai 689.150 orang, sedangkan peserta nonaktif mencapai 276.620 orang. Peserta nonaktif tersebut paling banyak merupakan peserta mandiri.
"Jadi banyak peserta mandiri itu yang mendaftar dan membayar iuran hanya pada saat membutuhkan layanan kesehatan saja," imbuhnya. Padahal, menurutnya, komitmen pembayaran iuran merupakan kewajiban peserta dan sesuai prinsip gotong royong dalam program JKN. Peserta yang berstatus nonaktif diwajibkan membayar iuran dan denda jika ingin kembali memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan.
Fitri menambahkan, untuk meningkatkan keaktifan peserta, pihaknya menggalakkan program Rencana Pembayaran Bertahap (Rehap) bagi peserta yang menunggak iuran. Peserta bisa mengangsur iuran dan denda masa lalu sesuai kemampuan. "Jadi untuk Rehap sekarang lebih mudah karena nominalnya cicilannya bisa disesuaikan dengan kemampuan," kata Fitri.
Sementara itu, untuk mencapai UHC, BPJS Kesehatan Tulungagung menerapkan berbagai strategi, termasuk jemput bola hingga program donasi. "Untuk PBI JK kami koordinasi dengan dinas sosial untuk selalu meng-update desil 1-5 dalam antrean PBI JK. Untuk PBPU Pemda, Alhamdulillah sesuai informasi dari Pak Sekda menargetkan akhir tahun nanti akan menambah kepesertaan hingga UHC," tegasnya.
Dengan data dan strategi yang telah dijabarkan, Tulungagung masih harus bekerja keras untuk menutup kesenjangan kepesertaan. Fokus utama tetap pada peningkatan keaktifan peserta dan penyediaan mekanisme pembayaran yang lebih fleksibel, sehingga setiap warga dapat menikmati layanan kesehatan tanpa beban finansial yang berat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Persela Lamongan Masuk Grup Timur Liga 2 2026/2027 Bergabung
Wapres Ajak Mahasiswa Lihat Makan Bergizi Gratis di Papua
Banyuwangi Siap Hadirkan BMX Supercross 2026, 27-28 Juni
KAI Daop 8 Surabaya Turunkan 103 Penumpang Merokok di Kereta
Unair: Mahasiswa YIP Harus Kembali Dana Sebelum Lulus
Program Beasiswa Jatim Cakup 143 Ribu Penerima SMA/SMK & PTS
Berita Terbaru
Tulungagung Terbatas UHC, Capaian 84,5% Perlu Peningkatan
Chivu Diperpanjang Kontrak Inter Sampai 2028, Raih Scudetto
Pasar Beringkit Kembali Ayam Jago, Siap Pembukaan Baru
SPMB 2026/2027: Jalur Zonasi Jadi Pilihan Utama di Makassar
Badung Tambah Wahana ATV di Agro Techno Park, Fokus Kopi
Real Madrid Tanda Tangan Marc Cucurella dari Chelsea
India Gasifikasi Batu Bara, Kurangi Impor Energi, Mendukung
BPJS Mudahkan Ganti FKTP Lewat Aplikasi Mobile JKN
Real Madrid: Mourinho, Cucurella, Silva, Konate Tampil
Persela Lamongan Masuk Grup Timur Liga 2 2026/2027 Bergabung
