Bali: Menteri Pemuda Diskusi Pencak Silat Timor Leste

Dian P. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 74 dibaca
Bisik.id
Bali: Menteri Pemuda Diskusi Pencak Silat Timor Leste

Gambar atau konten salah?

Di Bali, pada 07 Mei 2026, para menteri pemuda dan olahraga dari negara-negara Asia Tenggara berkumpul di The Meru Hotel. Acara itu dinamai SEA Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026. Di tengah rapat, delegasi Timor Leste datang membawa harapan besar.

Delegasi Timor Leste dipimpin oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Neylo Isaac Sarmento. Ia menegaskan bahwa warga negaranya sangat antusias menekuni pencak silat. “Cabang olahraga pencak silat sangat diminati. Kami juga memiliki setidaknya 3 padepokan besar. Kami harap ada kolaborasi yang lebih kuat lagi dengan Indonesia dalam hal kepelatihan dan perwasitan di pencak silat serta penguatan ekosistem olahraga secara menyeluruh,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada 07 Mei 2026.

Di luar kata-kata, fakta menunjukkan tiga padepokan silat terbesar tersebar di seluruh wilayah Timor Leste. Banyak warganya bahkan pergi ke Indonesia setiap tahun untuk mengikuti ujian kenaikan sabuk. Dengan begitu, pencak silat sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari‑hari di sana.

Neylo juga berbicara tentang rencana lain. Ia mengumumkan “Kemudian, kami juga sedang menggalakkan Tour de Timor yakni event balap sepeda gunung internasional melintasi perbatasan menonjolkan medan pegunungan yang menantang dan keindahan alam sebagai penguatan persahabatan dalam semangat sport tourism.” Rencana ini dimaksudkan untuk memperkuat hubungan melalui olahraga dan menonjolkan keindahan alam Timor Leste.

Di sisi lain, Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia, Erick Thohir, menyambut ajakan tersebut dengan antusias. Ia menegaskan bahwa pencak silat adalah warisan bangsa yang harus dilestarikan dan disebarkan ke seluruh dunia. “Saya sangat bersyukur sekali ketika mendengar peminat cabang olahraga asli Indonesia yaitu pencak silat, datang dari berbagai negara termasuk salah satunya Timor Leste. Animo di sana terhadap pencak silat sangat tinggi, sehingga tadi saya sampaikan kepada Menpora Timor Leste bahwa kami siap untuk mendukung dan berkolaborasi untuk pembinaan dan penguatan ekosistem beberapa cabang olahraga pilihan dan prioritas Timor Leste, termasuk pencak silat,” kata Erick pada 04 Mei 2026.

Ia juga menekankan pentingnya prioritas. “Saya juga sampaikan kepada delegasi untuk mengajukan tiga cabang prioritasnya, sehingga bisa kita bantu untuk pengembangan dan pembinaannya. Sebuah kebanggaan bagi kita ketika melihat olahraga asli bangsa kita dipelajari oleh begitu banyak negara, ini juga menjadi contoh diplomasi olahraga bisa mempererat persahabatan dan persaudaraan antar negara,” tambahnya.

Kolaborasi ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pencak silat adalah kekayaan bangsa Indonesia yang harus dilestarikan. Dukungan Indonesia akan difokuskan pada tiga cabang olahraga yang dipilih oleh Timor Leste, sehingga bantuan lebih tepat sasaran.

Dengan adanya pertemuan ini, kedua negara menunjukkan tekad untuk memperkuat hubungan melalui olahraga. Pencak silat menjadi jembatan budaya, sementara Tour de Timor membuka peluang baru untuk sport tourism. Keduanya menandai langkah awal kolaborasi yang lebih luas di masa depan.

SEA Ministerial MeetingPencak SilatTimor LesteTour de TimorSport TourismErick ThohirKolaborasi Olahraga

Komentar

Memuat komentar...