Bali Sumut Kunjungi Gianyar, Fokus Budaya Pariwisata

Sinta R. · 2 min baca · 23 hari lalu · 58 dibaca
Bisik.id
Bali Sumut Kunjungi Gianyar, Fokus Budaya Pariwisata

Gambar atau konten salah?

Pada 11 Mei 2026, pejabat Bank Indonesia Bali dan Bank Indonesia Sumatera Utara melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Gianyar. Tujuannya adalah mempelajari bagaimana daerah ini menggabungkan budaya lokal dengan pariwisata.

Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Mayun, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut membahas strategi pengembangan potensi daerah sebagai destinasi terpadu berbasis budaya dan pendidikan, sekaligus menjadi ajang berbagi pengalaman dalam pengelolaan sektor pariwisata.

Mayun menegaskan bahwa empat hal menjadi kunci kesuksesan pariwisata di Gianyar: identitas budaya, pemberdayaan masyarakat lokal, kelestarian lingkungan, dan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga keuangan, akademisi, investor, serta masyarakat.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah kabupaten terus berupaya menciptakan ekosistem investasi yang sehat melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan UMKM, pengembangan ekonomi kreatif, digitalisasi pelayanan, serta pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, tiga kepala dinas menyampaikan strategi pengembangan pariwisata. Kepala Dinas Pariwisata Gianyar, Wayan Gede Sedana Putra menekankan transformasi pariwisata terintegrasi dari warisan budaya menuju ekosistem digital.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gianyar, Ni Luh Gede Eka Suary menyoroti strategi investasi melalui ekosistem pariwisata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sementara Jabatan Fungsional (Jafung) Perencana di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gianyar, Putu Deasy Utamiyanti menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan praktik pariwisata berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa tiga aspek utama pengembangan pariwisata—keberlanjutan lingkungan, keberlanjutan sosial budaya, dan keberlanjutan ekonomi—harus seimbang.

Direktur Perwakilan BI Sumut, Iman Gunadi menyatakan bahwa hasil pembelajaran di Gianyar akan menjadi referensi pengembangan wisata berbasis budaya di Kawasan Ekonomi Khusus Danau Toba. Ia berharap akan ada kolaborasi kuat antar daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata. “Kami berharap berbagai pengalaman dan masukan yang diperoleh melalui pertemuan ini dapat menjadi referensi dalam pengembangan KEK Danau Toba ke depan,” kata Gunadi.

Dengan pendekatan yang terintegrasi, Gianyar menunjukkan contoh bagaimana budaya, ekonomi, dan lingkungan dapat bersinergi untuk menciptakan destinasi pariwisata yang berkelanjutan.

Pariwisata BerkelanjutanBudaya LokalEkosistem InvestasiDigitalisasi PelayananUMKMKawasan Ekonomi Khusus Danau TobaKolaborasi Lintas Sektor

Komentar

Memuat komentar...