Banjar Ogan Komering Ulu: 43 Rumah Hilang Air, 187 Jiwa
Gambar atau konten salah?
Pada 15 April 2026, wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu di Sumatera Selatan diselimuti banjir yang menenggelamkan puluhan rumah warga.
Bencana ini dipicu hujan deras disertai petir yang mengguyur wilayah sejak 14 April 2026 malam hingga keesokan harinya.
Kepala Pelaksana BPBD OKU, Januar Effendi, menegaskan bahwa intensitas hujan tinggi dalam durasi lama menjadi penyebab utama banjir.
“Turunnya hujan disertai petir dengan intensitas sedang sampai lebat dalam durasi yang cukup lama di wilayah Kabupaten OKU, sehingga terdapat beberapa permukiman warga yang terdampak genangan banjir,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Banjir melanda dua kecamatan sekaligus, yakni Kecamatan Baturaja Timur dan Kecamatan Baturaja Barat.
- Di Baturaja Timur, empat wilayah terdampak meliputi Kelurahan Pasar Baru, Kelurahan Baturaja Lama, Desa Terusan, dan Desa Tanjung Baru.
- Sementara di Baturaja Barat, banjir merendam Kelurahan Tanjung Agung.
Januar menjelaskan total keseluruhan, 43 unit rumah dengan 43 KK dan 187 jiwa terdampak banjir ini.
Tinggi muka air bervariasi antara 10 hingga 80 sentimeter tergantung lokasi.
“Korban luka-luka nihil, korban jiwa nihil. Rumah rusak juga tidak ada, baik rusak ringan, sedang, maupun berat. Fasilitas umum, pendidikan, kesehatan, semuanya aman,” ujarnya.
Estimasi total kerugian material dari seluruh wilayah terdampak mencapai sekitar Rp 43 juta.
BPBD OKU bersama TNI, Polri, aparat kecamatan, dan kelurahan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan pendataan warga terdampak.
Pusdalops BPBD OKU juga memantau tinggi muka air Sungai Ogan dan Sungai Lenkayap secara intensif selama 24 jam penuh.
“BPBD OKU bersama TNI, POLRI, dan stakeholder lainnya menurunkan personil dan peralatan ke lokasi banjir untuk melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak dan melakukan pendataan,” jelasnya.
Peringatan dini terus didistribusikan kepada masyarakat dan instansi terkait di wilayah OKU.
Hingga laporan dikeluarkan pukul 10:30 WIB, kondisi banjir di sejumlah titik masih belum surut sepenuhnya.
Januar menyebut kebutuhan bantuan logistik menjadi prioritas utama saat ini.
“Untuk saat ini masyarakat terdampak banjir membutuhkan bantuan logistik,” ujarnya.
“Kami minta warga tetap waspada. Pemantauan cuaca dan debit air terus kami lakukan selama 24 jam,” ujarnya.
Banjir di Ogan Komering Ulu menandai pentingnya koordinasi antara lembaga penanggulangan bencana, militer, dan kepolisian. Masyarakat tetap diminta waspada dan menunggu pemantauan berkelanjutan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
PPPK Boleh Dapat Gaji ke-13 2026, Besar Sesuai Masa Kerja
Kebakaran 4 Ha di Bangka Barat Padam dalam 1 Jam pada 3 Juni
Wakil Bupati Iwan Tuaji Laporkan Harta Rp 6,7 Miliar
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Palembang: Gaji ke-13 ASN 2026, Rp 89 Miliar Alokasi
Berita Terbaru
Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir TJU
Bandara Adisutjipto Tak Perlu Direaktivasi, YIA Cukup
Scammer Solo Baru Target Warga AS, Polda Jawa Tengah
Beasiswa Garuda Gelombang II Terbuka Hingga 25 Juni 2026
Moody's Atur Peringkat Baa2 Negatif untuk Danantara Investasi
Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Turun di Bawah Rp18.000
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jawa Tengah Hari Ini Pada
