Banjir Gempuran di Desa Ketitang Wetan, 538 Rumah Terendam
Gambar atau konten salah?
Pati, 25 Mei 2026 – Ratusan rumah di Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, terendam air akibat tanggul Sungai Widodaren yang jebol. Pada pukul 12.30 WIB, banjir masih merendam banyak hunian.
Salah satu warga, Suroso berusia 54 tahun, melaporkan bahwa genangan banjir di siang hari terus naik. "Banjirnya tambah, ketinggian banjir kira-kira 50 sentimeter yah dalam ada hampir 1 meter," kata Suroso. Ia menambahkan bahwa di halaman depan rumahnya air mencapai 50 sentimeter, sedangkan di area rumah yang lebih rendah hampir setinggi 1 meter.
Menurut Suroso, ini adalah banjir kedua di wilayahnya. Ia mengingatkan bahwa pada hari Sabtu, 23 Mei 2026, banjir sudah melanda. Setelah sedikit surut, air kembali naik karena curah hujan semalam. Ia memilih tetap tinggal di rumah dan menunggu genangan surut. "Banjir kedua, kemarin sempat surut tapi datang lagi. Hampir semua kebanjiran. Belum mengungsi bertahan dulu, semoga segera surut," kata dia.
Kepala BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, menjelaskan bahwa di Desa Ketitang Wetan terdampak 538 rumah, 550 KK dan 1.050 jiwa. Dari total tersebut, 150 rumah terendam, melibatkan 162 KK dan 354 jiwa, dengan ketinggian air di dalam rumah antara 10‑50 sentimeter.
Ia juga menegaskan bahwa 25 hektare sawah terendam dan beberapa jalan permukiman mencapai kedalaman 80 sentimeter. "Untuk warga yang mengungsi masih nihil," ujarnya.
Alasan banjir disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut, serta kiriman air dari hulu Sungai Widodaren di Kecamatan Jaken, Pucakwangi, dan Todanan. "DAS (daerah aliran sungai) Sungai Widodaren sampai dengan laut (Sungai Gedong dan Kaliombo) yang dangkal karena sedimen dan tumpukan sampah yang menyumbat di bawah jembatan, sehingga menyebabkan banjir," ungkap dia.
Selain Ketitang Wetan, banjir juga merendam empat desa di Kecamatan Wedarijaksa. Martinus menyebutkan wilayah tersebut meliputi Desa Panggungroyom, Jontro, Ngurenrejo, dan Ngurensiti, namun data detail belum dirinci. Di Kecamatan Gabus, air sudah mulai berangsur surut.
Dengan kondisi ini, warga masih menunggu air surut sebelum memutuskan mengungsi. Situasi ini menegaskan betapa rentannya wilayah Pati terhadap banjir, terutama ketika tanggul gagal dan aliran sungai tersumbat oleh sedimen serta sampah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SPMB Jateng 2026: Pendaftaran Murid Baru Buka Resmi
Kobra Jawa Didampingi Relawan Dilepas dari Rumah di Klaten
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jawa Tengah Hari Ini Pada
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Banjir Rob di Demak Meningkat, Warga Minta Tanggul Pantai
SPMB SMA/SMK 2026: Kuota 5% Domisili Desa dan 2% ATS Jateng
Berita Terbaru
Periksa Status PIP Juni 2026: Cek Online NISN & NIK
Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Padangsidimpuan, Sumut
Mortir Perang Dunia II Ditemukan di Jayapura, Papua, Risiko
Rupiah Jatuh 14.000, Pasar Saham Turun 4.1%, Risiko Kredit
Timnas U‑19 Siap Hadapi Timor Leste, Kaka Fokus Evaluasi
Pasangan Adnan-Indah Kalah 18‑21, China Laju ke 16 Besar
Operasi Benjolan Bahu Raffi Ahmad, Dorong Pemeriksaan Rutin
122 Program Studi Tutup Akhir 2026, Menteri Jelaskan Alasan
Telur Ceplok Balado Jadi Pilihan Pagi di Rumah
