Banjir Parah di Jalan Sriyatno Semarang, Paving Terkelupas
Gambar atau konten salah?
Jalan Sriyatno di Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang menjadi sorotan setelah video yang menampilkan kondisi jalan itu menjadi viral di media sosial. Video tersebut menunjukkan aspal dan paving yang terkelupas, menimbulkan gundukan tak beraturan sehingga kendaraan tidak bisa melintasi jalan.
Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @kejadiansemarang dan sudah ditonton lebih dari 238 ribu pengguna. Dalam unggahan, penulis menulis: "Jalan Sriyatno, Purwoyoso Ngaliyan njepat kabeh lur, imbas diterjang hujan badai dan banjir malam ini,".
Di Sabtu, 16 Mei 2026 pukul 10.00 WIB, pihak berwenang dan warga setempat melakukan pembersihan. Aspal dan paving yang terkelupas sudah dibersihkan dan ditata di sisi jalan. Sebagai hasilnya, sepeda motor sudah dapat melintas.
Warga terlihat bergotong royong membersihkan lingkungan dan rumah. Petugas Pemkot Semarang juga datang dan ikut membantu. Ketua RW 4, Suti Harjono, menjelaskan bahwa hujan deras dan kiriman air dari wilayah atas membuat Sungai Silandak meluap, menggenangi kawasan permukiman.
Menurut Harjono, banjir mulai jam 08.30 WIB sampai hampir jam 20.00 WIB. Ia berkata: "Banjir mulai jam 08.30 WIB sampai hampir jam 20.00 WIB. Itu air Silandak meluap, debitnya sangat tinggi dan ya ini akhirnya gini,".
Ia menambahkan bahwa ketinggian banjir di depan jalan sekitar satu meter, sementara di utara hampir dua meter. Banjir tidak menggenang; arus langsung masuk ke kali dan surut, namun meninggalkan lumpur. Ia menjelaskan: "Kalau airnya di sini biasa karena banjir dari pegunungan ya, Jadi paling ya antara 10 menit, 20 menit sudah surut. Iya (banjir tidak menggenang, tapi arus), langsung masuk kali dan asat (surut). Cuma ini yang ditinggal lumpurnya itu,".
Harjono menyebut dampak paling parah adalah paving dan aspal jalan sepanjang 50 meter terkelupas. Ia mengatakan jalan tersebut sempat sama sekali tidak bisa dilalui tadi malam. Ia menambahkan: "Dampak yang parah yaitu jalan itu paving aspal itu sampai mengelupas dan paving juga berantakan seperti itu yang di depan. Dan tadi malam dari petugas Perkim sudah datang untuk membantu mengevakuasi jalan sehingga warga bisa aktivitas. Kalau tadi malam total enggak bisa untuk aktivitas,".
Wilayahnya terdiri dari 4 RT yang seluruhnya terdampak banjir. Ketinggian banjir di dalam rumah mencapai 40 sentimeter. Ia merinci: "Di RW 4 itu ada 4 RT. RT 1 itu yang terdampak itu sekitar 15 rumah, kemudian RT 2 sekitar 10 rumah, RT 3 dan 4 ya sekitar 10 rumah. Di rumah (ketinggian air yang masuk) antara 40 cm sampai 20 cm,".
Harjono menegaskan bahwa daerah tersebut sering mengalami banjir, namun banjir malam ini termasuk yang terparah. Ia berkata: "Kalau banjir sering nggih karena air Silandak ini sering meluap, tetapi yang terparah itu ini banjir ini. Itu sampai rusak begitu jalan paving itu,".
Ia berharap pemerintah dapat segera melakukan peninggian dan pengokohan talut, karena talut yang ada kurang tinggi dan kurang kokoh sehingga debit air meloncat ke talut dan memengaruhi permukiman warga. Ia menegaskan: "Harapan saya Kali Silandak ini supaya semuanya dibuatkan talut yang kokoh talutnya itu. Ini karena talutnya kurang tinggi dan kurang kokoh sehingga debit air itu meloncat ke talut sehingga terdampak di permukiman warga,".
Insiden ini menyoroti pentingnya manajemen banjir yang lebih baik dan peran aktif masyarakat dalam menghadapi bencana. Perbaikan talut dan infrastruktur jalan menjadi langkah penting agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SPMB Jateng 2026: Pendaftaran Murid Baru Buka Resmi
Kobra Jawa Didampingi Relawan Dilepas dari Rumah di Klaten
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jawa Tengah Hari Ini Pada
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Banjir Rob di Demak Meningkat, Warga Minta Tanggul Pantai
SPMB SMA/SMK 2026: Kuota 5% Domisili Desa dan 2% ATS Jateng
Berita Terbaru
Damri: Rute Bus Palembang–Lampung, Harga Rp 200–228 Ribu
Raffi Ahmad Operasi Benjolan Bahu Setelah Haji, Tertutup
Kementerian Agama Tetapkan 16 Juni 2026 sebagai Puasa 1 Muharram
Bom Incendiary Ditemukan dan Dimusnahkan di Sungai Ariyau, Jayapura
Peternak Sapi Perah Dusun Brau Siap Hadapi Musim Kemarau
Prabowo Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis di Sentul
Indonesia Open 2026: 16 Besar di Istora Senayan, Menang
Prabowo Buka Penerbangan Bandara Bandung & Yogyakarta
Messi Terima Penghargaan Putri Asturias di Kansas City
Garuda Muda vs Timor Leste: Piala AFF 2026 di Sumut
