Banjir Pasuruan, Warga Tetap Menyambut Idul Fitri

Iwan D. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 46 dibaca
Bisik.id
Banjir Pasuruan, Warga Tetap Menyambut Idul Fitri

Gambar atau konten salah?

Banjir melanda Kota Pasuruan pada malam Jumat, 20 Maret 2026, di wilayah Rujakgadung, Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo. Air setinggi 10‑30 sentimeter menenggelamkan jalan kampung dan halaman rumah warga. Meski dalam kondisi genangan, gema takbir tetap terdengar dari musala dan rumah warga.

Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Karangasem, Kelurahan Karangketug. Warga tetap melaksanakan takbiran dengan sederhana di tengah air yang belum surut sejak sore hari.

Di luar kota, banjir merendam kawasan Rujaksente, Desa Sukorejo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan. Ketinggian air bervariasi, sehingga aktivitas warga terbatas, termasuk dalam menyambut malam kemenangan.

Disebabkan oleh meluapnya Sungai Welang setelah hujan intens di wilayah hulu, air mengalir masuk ke permukiman warga di sejumlah titik rawan. Salah satu warga, Iqbal, mengatakan kondisi ini sudah sering terjadi setiap tahun. Ia berharap air akan surut pada hari Lebaran agar bisa melaksanakan salat Id dengan nyaman.

Anggota BPBD Kota Pasuruan, Saiful Mufrodi, menegaskan bahwa pihaknya terus bersiaga untuk memantau debit air di titik-titik terdampak. Ia mengimbau warga tetap waspada terhadap peningkatan debit air, terutama di wilayah dekat aliran sungai.

Ringkasnya, banjir yang disebabkan oleh meluapnya Sungai Welang menenggelamkan permukiman warga di Pasuruan, namun warga tetap melaksanakan ibadah Idul Fitri meski dalam kondisi air tinggi. Pihak BPBD memonitor situasi dan mengajak warga waspada terhadap perubahan debit air.

Banjir PasuruanIdul FitriSungai WelangRujakgadungKarangketugBPBD Kota PasuruanHujan intensitas tinggi

Komentar

Memuat komentar...