Banjir Solo 1,2 m, 9 Kelurahan Terdampak, Warga Mengungsi
Gambar atau konten salah?
Banjir di Kota Solo menimbulkan banjir hingga 1,2 meter pada dini hari 15 April 2026. Sebanyak sembilan kelurahan terendam, ratusan rumah terendam, dan sejumlah warga terpaksa mengungsi.
Menurut laporan kaji cepat, pada pukul 00.02 WIB air mulai merembes ke pemukiman warga di beberapa kelurahan. Humas Basarnas Solo, Aditya, menjelaskan bahwa ketinggian air bervariasi. "Yang terdampak ada sejumlah kelurahan, ketinggian bervariasi, salah satunya ada yang setinggi panggul orang dewasa, ada yang 80-120 sentimeter," katanya.
Data Basarnas menunjukkan kelurahan yang terdampak meliputi Pajang, Joyosuran, Tipes, Joyontakan, Bumi, Sondakan, Kratonan, dan Panularan. Beberapa warga dievakuasi untuk mengungsi. "Penyebab karena hujan deras di seputaran Solo Raya yang berdurasi lama mengakibatkan banjir genangan di beberapa titik lokasi," ujarnya. "Yang mengungsi warga RT 03, RW 15 Kelurahan Tipes, karena ada permintaan dari warga. Mengungsi di Kantor Kelurahan," tambahnya.
Berikut rincian jumlah rumah dan jiwa di setiap kelurahan:
- Pajang – RT 03 RW 04: 15 KK, 13 rumah, 34 jiwa; RT 01 RW 04: 5 KK, 6 rumah, 14 jiwa; RT 01 RW 02: 2 KK, 3 rumah; RT 01 RW 14: 55 KK, 50 rumah.
- Kratonan – RT 01 RW 06; RT 02 RW 06.
- Joyosuran – RT 01 RW 08: 117 KK, 30 rumah; RT 01 RW 03.
- Tipes – RW 15: 31 KK, 19 rumah; RW 12; RW 11; RT 03 RW 13.
- Bumi – RT 04 RW 06; RT 03 RW 06.
- Joyontakan – RT 03 RW 03: 8 KK, 6 rumah; RT 02 RW 03: 7 KK, 6 rumah.
- Sondakan – RT 05 RW 11: 2 KK, 2 rumah; RT 06 RW 11: 11 KK, 6 rumah, 2 balita, 2 lansia.
- Panularan – RT 04 RW 02: 90 KK; RT 01 RW 02: 40 KK; RT 02 RW 02: 30 KK; RT 03 RW 02: 15 KK; RT 05 RW 02: 12 KK.
Sejumlah kelurahan belum memiliki tanggul. Sekretaris Daerah Solo, Budi Murtono, menegaskan bahwa rumah di aliran Sungai Jenes terdampak karena belum ada talud. "Ya masih ada yang di aliran Sungai Jenes ini yang belum bertanggul, belum ada taludnya ini rata-rata semua terkena dampak banjir," katanya saat ditemui di Tipes, Serengan.
Menurut BPBD Kota Solo, banjir menimpa sembilan kelurahan: Pajang, Kratonan, Joyosuran, Tipes, Bumi, Joyontakan, Panularan, Sondakan, dan Laweyan. Budi Murtono menyatakan bahwa banjir sudah mulai surut. "Ya lumayan tinggi ya, semalam ada yang selutut, ada yang sedada. Sudah (surut) hampir rata-rata sudah. Ini tadinya kan karena intensitas air yang tadi malam yang tinggi saja. Ketika ini sudah mulai turun ya ini sudah surut, cuma kan kita antisipasi yang hari-hari berikutnya," ujarnya.
Untuk menanggulangi banjir lebih lanjut, Budi Murtono akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). "Coba ini kita bahas lagi dengan BBWS kira-kira untuk lanjutan penanganan apa, pembangunan taludnya nanti seperti apa," ia berseru.
Ia juga meminta BPBD untuk tetap standby dan membuka posko di daerah rawan, serta meminta DPUPR mengecek pompa air. "Ya ini kalau dari sisi pemerintah kita tetap BPBD kita minta standby buka posko. Terus DPUPR kita suruh minta segera mengecek semua pompa-pompanya. Ya nanti kalau intensitas hujan tinggi lagi ya harus dipompa keluar airnya," pungkasnya.
Situasi banjir di Solo menandai dampak hujan deras yang berlangsung lama di wilayah Solo Raya. Tanpa talud di sepanjang Sungai Jenes, aliran air tidak dapat dikendalikan, sehingga banjir meluas ke pemukiman warga. Meskipun banjir sudah mulai surut, pemerintah menyiapkan langkah-langkah pencegahan, termasuk pemantauan intensitas hujan dan pengoperasian pompa air. Warga di daerah rawan diharapkan tetap waspada dan siap mengikuti arahan petugas. Dengan koordinasi antara BPBD, DPUPR, dan BBWS, diharapkan risiko banjir dapat diminimalkan di masa mendatang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SPMB Jateng 2026: Pendaftaran Murid Baru Buka Resmi
Kobra Jawa Didampingi Relawan Dilepas dari Rumah di Klaten
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jawa Tengah Hari Ini Pada
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Banjir Rob di Demak Meningkat, Warga Minta Tanggul Pantai
SPMB SMA/SMK 2026: Kuota 5% Domisili Desa dan 2% ATS Jateng
Berita Terbaru
Raffi Ahmad Operasi Benjolan Bahu Setelah Haji, Tertutup
Kementerian Agama Tetapkan 16 Juni 2026 sebagai Puasa 1 Muharram
Bom Incendiary Ditemukan dan Dimusnahkan di Sungai Ariyau, Jayapura
Peternak Sapi Perah Dusun Brau Siap Hadapi Musim Kemarau
Prabowo Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis di Sentul
Indonesia Open 2026: 16 Besar di Istora Senayan, Menang
Prabowo Buka Penerbangan Bandara Bandung & Yogyakarta
Messi Terima Penghargaan Putri Asturias di Kansas City
Garuda Muda vs Timor Leste: Piala AFF 2026 di Sumut
Safari Apple: Kecepatan, Baterai, dan Privasi Unggul
