Banjir Sukoharjo Gagalkan KBM, Sekolah Kenakan Genangan

Bayu K. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 49 dibaca
Bisik.id
Banjir Sukoharjo Gagalkan KBM, Sekolah Kenakan Genangan

Gambar atau konten salah?

Di Kabupaten Sukoharjo, kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sejumlah sekolah harus dibatalkan karena banjir yang melanda wilayah tersebut. Air menembus ruang kelas, mengganggu proses belajar mengajar, dan menimbulkan risiko bagi siswa dan guru.

Havid Danang Purnomo Widodo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo, mengumumkan keputusan tersebut pada hari Rabu, 15 April 2026. Ia menegaskan bahwa meliburkan siswa adalah langkah keselamatan. “Kita instruksikan kepada bapak ibu guru meliburkan anak-anak sekolah. Dan kedua melakukan pengamanan aset di lingkungan sekolah,” ujarnya kepada awak media.

Alasan utama banjir ini adalah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Sukoharjo dan sekitarnya sejak sore 14 April 2026. Akibatnya, 14 desa di empat kecamatan terendam air. Air menembus pintu masuk, menumpuk di halaman, dan bahkan masuk ke dalam ruang kelas.

Di Kecamatan Grogol, setidaknya tujuh sekolah terdampak. SDN Sanggrahan 01 melaporkan air masuk ke ruang kelas dan ruang guru. Sementara SDN Sanggrahan 02 mengalami genangan hingga ketinggian sekitar 60 cm di ruang kelas. Beberapa sekolah lain, seperti SDN Cemani 05, SDN Langenharjo 03, SDN Madegondo 03, SDN Telukan 03, dan SDN Kwarasan 01, juga mengalami genangan di halaman, menghalangi akses masuk.

Di Kecamatan Baki, dampak banjir lebih luas. Air tidak hanya menggenangi halaman, tetapi juga merendam berbagai fasilitas sekolah. Di SDN Duwet 02, air merendam beberapa ruang kelas, ruang guru, dan toilet siswa. SDN Gentan 02 hampir seluruh ruangannya terdampak, termasuk ruang kepala sekolah dan rumah penjaga. Bahkan di SDN Purbayan 01, ketinggian air mencapai selutut orang dewasa dan masuk ke dalam ruang kelas.

Di Kecamatan Gatak, empat sekolah dilaporkan terdampak banjir: SDN Krajan 02, SDN Blimbing 01, SDN Krajan 01, dan SDN Sraten 01, serta SMPN 1 Gatak. Semua sekolah tersebut mengalami genangan di halaman.

Data tersebut masih bersifat sementara dan kemungkinan akan bertambah, mengingat laporan dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman kanak-kanak (TK) belum sepenuhnya masuk, pungkas Havid.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo, wilayah yang terendam banjir meliputi desa-desa berikut:

  • Kecamatan Grogol: Manang, Lenganharjo, Madegondo, Sanggrahan, Kwarasan, Gadingan, Cemani, dan Banaran.
  • Kecamatan Baki: Gentan, Baki Pandeyan, Manuran, dan Jetis.
  • Kecamatan Gatak: Blimbing, Gatak, Klaseman, Kagokan, Sanggung, Luwang, dan Mayang.
  • Kecamatan Kartasura: Jatis.

Ariyanto Mulyatmojo, Kepala BPBD Sukoharjo, menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat hujan deras yang berlangsung selama 10 jam, yakni dari pukul 18.00 hingga 04.00 WIB. Ia menambahkan, “Rumah warga tergenang banjir di 14 desa. Sekolah yang tergenang banjir berada di Kecamatan Grogol dan Baki.”

Di Dukuh Ngasinan, Desa Kwarasan, ketinggian air masih mencapai pinggang orang dewasa. Warga mengungsi di jalan Ir. Soekarno Solo Baru yang tidak tergenang air.

Salah seorang warga Ngasinan, Agus, mengatakan banjir terjadi akibat luapan dua kali yang melintasi desanya. Menurutnya, terakhir kali kampungnya terkena banjir 4 tahun lalu. Ia menambahkan, “Banjir mulai jam 24.00 tadi, karena hujan sejak jam 17.00 WIB. Ini ketinggian air sampai 80 centimeter, semua mengungsi di sini (tepi jalan Ir. Soekarno). Semalam tidur sini.”

Warga masih mengamankan barang berharga mereka ke tempat yang lebih aman. Kondisi banjir ini juga memanfaatkan anak-anak untuk bermain air.

Akibat banjir, arus lalu lintas di jalan Ir. Soekarno dari arah Sukoharjo menuju Solo macet parah. Kendaraan sulit menembus jalan yang tergenang, menambah ketidaknyamanan bagi penduduk sekitar.

Situasi ini menunjukkan betapa pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana, terutama di daerah yang rawan banjir. Pemerintah daerah dan masyarakat harus terus bekerja sama untuk mengurangi dampak dan meminimalkan risiko bagi semua pihak.

Banjir SukoharjoSekolah terendamHujan derasKBM dibatalkanBPBD SukoharjoJalan Ir. Soekarno macetKesiapsiagaan bencana

Komentar

Memuat komentar...