Bank Mandiri Rilis Dividen Tertinggi Sejarah: Rp44,47 Triliun

Endah K. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 80 dibaca
Bisik.id
Bank Mandiri Rilis Dividen Tertinggi Sejarah: Rp44,47 Triliun

Gambar atau konten salah?

Bank Mandiri mengumumkan pembagian dividen senilai Rp 44,47 triliun, setara dengan 79% dari laba bersih Tahun Buku 2025. Besaran ini menjadi pembagian dividen tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta pada 29 April 2026.

Pembagian dividen ini berasal dari laba bersih konsolidasi 2025 sebesar Rp 56,3 triliun. Pada periode yang sama, Bank Mandiri mencatatkan penyaluran kredit tumbuh 13,4% year on year (YoY) menjadi Rp 1,895 triliun dan Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 23,9% YoY ke Rp 2,106 triliun. Pernyataan resmi Direktur Utama Riduan menyatakan, “Hal ini mencerminkan komitmen Perseroan dalam menghadirkan nilai optimal bagi negara dan seluruh pemegang saham, tanpa mengurangi kapasitas Bank Mandiri untuk terus tumbuh sebagai institusi keuangan nasional berdaya saing global.”

Dividen total sebesar Rp 44,47 triliun dibagi menjadi dua tahap. Sebanyak Rp 9,3 triliun telah dibayarkan lebih awal sebagai dividen interim pada 14 Januari 2026. Sisanya akan didistribusikan kepada pemegang saham setelah RUPST selesai.

Performa tahun buku 2025 menghasilkan total dividen per saham (DPS) sebesar Rp 476,95, meningkat dibandingkan DPS tahun buku 2024 yang sebesar Rp 466,18 per lembar saham. Direktur Utama Riduan menambahkan, “Keputusan pemegang saham hari ini mencerminkan kepercayaan atas fundamental yang kami jaga dan arah pertumbuhan yang kami bangun. Dividen ini sekaligus menjadi wujud tekad kami untuk Melayani Sepenuh Hati, sebagai mitra negara dan bagian dari ekosistem Danantara yang memperkuat kontribusi BUMN bagi masyarakat.”

RUPST juga menyetujui rencana pembelian kembali saham (buyback) perseroan dengan nilai maksimal Rp 1,17 triliun. Program buyback akan berlangsung hingga 12 bulan setelah persetujuan RUPST, yaitu pada 29 April 2027. Saham yang dibeli kembali akan disimpan sebagai saham treasuri dan dialihkan melalui Program Kepemilikan Saham bagi karyawan, Direksi, dan anggota Dewan Komisaris Non-Independen, sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah ini bertujuan menjaga kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang perseroan yang didukung oleh fundamental solid.

Selain keputusan dividen dan buyback, pemegang saham menyetujui perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. RUPST memberhentikan Muhammad Yusuf Ateh dari jabatan Komisaris Bank Mandiri dan mengangkat kembali Timothy Utama sebagai Direktur Operations Bank Mandiri.

  • Dewan Komisaris:
  • Komisaris Utama/Independen: Zulkifli Zaini
  • Wakil Komisaris Utama: Rudy Salahuddin Ramto
  • Komisaris: Luky Alfirman
  • Komisaris: Yuliot
  • Komisaris Independen: Mia Amiati
  • Komisaris Independen: Bintoro K. Pardewo
  • Direksi:
  • Direktur Utama: Riduan
  • Wakil Direktur Utama: Henry Panjaitan
  • Direktur Operations: Timothy Utama
  • Direktur Human Capital & Compliance: Eka Fitria
  • Direktur Risk Management: Danis Subyantoro
  • Direktur Commercial Banking: Totok Priyambodo
  • Direktur Corporate Banking: Mochamad Rizaldi
  • Direktur Consumer Banking: Saptari
  • Direktur Treasury & International Banking: Ari Rizaldi
  • Direktur Finance & Strategy: Novita Widya Anggraini
  • Direktur Network & Retail Funding: Jan Winston Tambunan
  • Direktur Information & Technology: Sunarto

Perubahan susunan pengurus akan efektif setelah lulus Uji Kemampuan dan Kepatutan (fit and proper test) Otoritas Jasa Keuangan dan memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Keputusan ini menegaskan komitmen Bank Mandiri untuk memberikan nilai optimal bagi pemegang saham dan negara, sekaligus memperkuat posisi sebagai institusi keuangan nasional yang bersaing secara global. Dividen terbesar dalam sejarah perusahaan, rencana buyback, dan perubahan pengurus menandai langkah strategis yang berfokus pada pertumbuhan berkelanjutan dan kepercayaan investor.

Bank MandiridividenRUPSTbuybackkredit tumbuhDana Pihak Ketigaperubahan direksikepercayaan investor

Komentar

Memuat komentar...