Barang Ilegal di Teluk Lamong Berancam UMKM dan Bisnis

Jaka M. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 52 dibaca
Bisik.id
Barang Ilegal di Teluk Lamong Berancam UMKM dan Bisnis

Gambar atau konten salah?

Surabaya – Temuan barang ilegal, mulai dari kosmetik hingga suku cadang motor, di kawasan Teluk Lamong menimbulkan risiko kerugian bagi negara dan pelaku usaha kecil menengah (UMKM). Ekonom Gigih Pringgodani menilai bahwa masuknya barang semacam itu akan berdampak negatif pada perekonomian di Jawa Timur.

Menurut Gigih, situasi ini tidak adil bagi pelaku usaha dalam negeri yang mematuhi peraturan. "Pasti berdampak, karena kan itu kan gak fair juga kan dengan para pelaku usaha yang bayar pajak, kemudian mempekerjakan orang, dan lain sebagainya," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa dampak tidak hanya dirasakan oleh UMKM, melainkan juga perusahaan besar di wilayah tersebut. "Enggak cuma UMKM, perusahaan besar juga berdampak. Karena barang-barang, sparepart otomotif, kan ada juga para perusahaan besar yang membikin," tambahnya.

Oleh karena itu, Gigih menyerukan agar Bea Cukai bersama pihak terkait tidak hanya mengungkap temuan tersebut, tetapi juga menelusuri pihak yang bertanggung jawab di balik impor ilegal tersebut. "Dan itu harus diusut siapa sih yang mengimpor? Itu kan harusnya sudah ketahuan itu," ungkapnya.

Meski demikian, Gigih mengaku bersyukur atas terungkapnya temuan barang ilegal tersebut. Ia berharap ke depan tidak ada lagi barang ilegal yang masuk ke Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Timur dan Surabaya. "Ya syukur kalau itu bisa ditangkap sama Bea Cukai, dan mungkin ke depannya kita supaya itu tidak ada lagi lah barang ilegal masuk ke Indonesia gitu, Mas," tutur ekonom asal Universitas Airlangga Surabaya.

Kesimpulannya, temuan barang ilegal di Teluk Lamong menyoroti perlunya penegakan hukum yang lebih tegas dan transparan. Tanpa langkah konkret, risiko kerugian bagi perekonomian lokal tetap tinggi, dan peluang bagi pelaku usaha yang patuh akan terus terancam.

barang ilegalBea CukaiUMKMTeluk Lamongperekonomiansparepart otomotif

Komentar

Memuat komentar...