Barcode Koper & Nusuk Digital Memudahkan Identifikasi Jemaah

Sinta R. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 40 dibaca
Bisik.id
Barcode Koper & Nusuk Digital Memudahkan Identifikasi Jemaah

Gambar atau konten salah?

Jemaah haji Embarkasi Surabaya tidak perlu khawatir soal koper tertukar. Tahun ini, sistem penanganan koper jemaah dilengkapi penggunaan barcode yang terintegrasi dengan data paspor.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Moh. As'adul Anam, mengungkapkan dua perbedaan utama dalam penyelenggaraan haji tahun ini dibanding tahun lalu. “Tahun ini dengan tahun kemarin ada dua (perbedaan) saya kira. Satu, terkait dengan nusuk. Bahwa aktivasi nusuk kalau tahun kemarin berada di Arab Saudi, saat ini kartu dibagi di sini, aktivasi juga di sini,” ujar Anam, 28 April 2026.

Perbedaan pertama terkait kartu nusuk yang kini sudah dibagikan dan diaktivasi di Indonesia. Sebelumnya, aktivasi nusuk dilakukan di Arab Saudi. Kini, kartu dibagi di sini dan aktivasi juga di sini.

Perbedaan kedua berkaitan dengan barcode koper. “Yang kedua terkait dengan barcode koper bahwa barcode koper itu sudah terintegrasi dengan data paspor jemaah,” jelasnya.

Dengan sistem tersebut, jika koper jemaah sempat tertukar atau terkendala, proses identifikasi bisa dilakukan lebih cepat dan akurat. “Artinya kalau ada sampai terjadi koper nyasar maka akan lebih mudah untuk mengidentifikasi di manakah letak jemaah ini berada, itu nanti dikomunikasikan dengan Siskohat yang ada di sana, seperti itu,” tandasnya.

Data kumulatif hingga 27 April 2026 menunjukkan jumlah jemaah yang telah diberangkatkan sebanyak 7.964 orang dalam 21 kloter. Pada hari ini, 28 April, terdapat tambahan keberangkatan sebanyak 1.147 orang dari 5 kloter, sehingga total kumulatif hingga hari ke‑8 mencapai 9.111 orang dalam 24 kloter.

Penggunaan barcode yang terintegrasi dengan data paspor memberi jaminan pelacakan yang lebih baik, sementara aktivasi kartu nusuk di Indonesia memudahkan proses identifikasi jemaah sebelum keberangkatan.

Jemaah hajibarcode koperkartu nusukdata pasporPPIH Embarkasi SurabayaSiskohatkeberangkatan kloter

Komentar

Memuat komentar...