Batu Lingga Abad IX Ditemukan di Klaten, Tertulis Palyangan
Gambar atau konten salah?
Batu lingga bertulis ditemukan di gang buntu Dukuh Jogodayoh Lor, Desa Gumulan, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten. Batu ini diperkirakan berasal dari abad IX Masehi. Penemuan ini menarik perhatian para pegiat sejarah setempat.
"Kisaran abad 9 Masehi kalau dari penglihatan saya berdasar bentuk aksaranya," kata epigraf Goenawan A Sambodo saat dimintai konfirmasi pada Minggu (14 Juni 2026). Goenawan sudah mencoba membaca prasasti tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kalimat dalam prasasti itu berbunyi Palyangan. Ia menyebut bahwa pembacaan masih bersifat sementara, karena proses pencarian masih berlangsung.
Menurut Yohanes Sudaryanto, seorang pegiat sejarah Klaten, tulisan pada prasasti sudah terbaca isinya kata Palyangan oleh epigraf Goenawan A Sambodo. Yohanes menambahkan bahwa kata tersebut kemungkinan merupakan nama wilayah. Ia berkata, "Palyangan, mungkin nama sebuah wilayah, mungkin ya," kepada pihak media.
Yoan menjelaskan bahwa lingga patok prasasti itu mungkin patok wilayah, yang biasanya tidak hanya satu. Ia menegaskan bahwa arti kata tersebut belum dapat dipastikan. Ia lanjut, "Jadi belum bisa diartikan. Tapi saya sempat mencari tahu, secara harfiah dalam bahasa Sansekerta, kata Palyangan tidak ditemukan sebagai kosakata baku yang memiliki arti tunggal,". Yoan menambahkan bahwa Palyangan sering merujuk pada kosakata lokal atau serapan dalam budaya Jawa. Ia juga menyebut kemungkinan makna lain, menulis, "Istilah ini lebih sering merujuk pada kosakata lokal atau serapan dalam budaya Jawa, nama wilayah atau prasasti dalam konteks sejarah, Palyangan dikenal sebagai nama sebuah desa dan nama sebuah prasasti dari abad IX-X Masehi (Prasasti Palyangan) di Jawa Tengah,". Ia menutup dengan penjelasan, "Dalam sistem agraria tradisional di Jawa, istilah Playangan (atau Palyangan) merujuk pada jenis tanah pertanian komunal milik desa yang digarap oleh warga setempat secara bergilir atau tetap,".
Lokasi batu lingga ditemukan di gang buntu antara rumah warga dan area parkir masjid Al-Muttaqien. Batu danesit tersebut masih utuh dan tergeletak di tanah. Bagian bawahnya berbentuk kotak segi empat, sementara bagian atasnya berubah menjadi silinder hingga puncak. Aksara dipahat pada bagian atas lingga dengan panjang setengah lingkaran batu.
Wiyan Ari Tanjung, analis cagar budaya dan koleksi museum Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata Pemkab Klaten, mengaku bahwa ia dan teman-teman pegiat sejarah melakukan blusukan ke tempat tersebut setelah mendapat informasi tentang lingga di dekat masjid Al-Muttaqien. Ia berkata, "Kita bersama teman-teman pegiat sejarah blusukan ke sini karena kemarin ada informasi di dekat masjid Al Muttaqien ada lingga. Setelah ada laporan hari ini kita tindak lanjuti,". Setelah sampai di lokasi, lingga terguling dan tertutup beberapa kayu. Setelah diangkat dan dibersihkan, Wiyan menemukan aksara di atasnya.
"Setelah kita bersihkan ternyata ada aksaranya," ujarnya. Ia menjelaskan bahwa tahap awal adalah mendokumentasikan, mengukur dimensi, dan meminta bantuan epigraf untuk membaca. Wiyan menambahkan, "Untuk lingga tersebut, memiliki tinggi 82 centimeter dan lebar 35 sentimeter. Bagian atas batu berbentuk silinder dan di bawah berbentuk persegi, berbahan batu andesit." Ia juga mencatat bahwa di tepi jalan depan masjid ada yang diduga Yoni posisi terpendam.
Menurut Wiyan, kondisi tulisan atau aksara masih bagus dan terbaca. Namun untuk memastikan hurufnya jenis apa, tahunnya berapa, isinya prasasti, mantra atau apa, ia akan berkoordinasi dengan epigraf. Ia menutup, "Kondisi tulisan atau aksara masih bagus dan terbaca. Namun untuk memastikan hurufnya jenis apa, tahunnya berapa, isinya prasasti, mantra atau apa kita akan berkoordinasi dengan epigraf,".
Penemuan batu lingga ini menambah koleksi sejarah lokal yang masih jarang ditemukan. Dengan adanya prasasti ini, para peneliti berharap dapat menggali lebih dalam tentang sejarah wilayah Klaten pada masa lampau. Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap makna sebenarnya dari kata Palyangan dan peran lingga dalam sistem agraria tradisional di Jawa. Penelitian ini juga dapat memperkaya pemahaman tentang penggunaan aksara Jawa kuno dan hubungan antara wilayah dan kebudayaan pada abad ke-9 Masehi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Piton 2 Meter Masuk Warung, Damkar Evakuasi Warga Pagi
40 Desain Spanduk Pawai 1 Muharram 2026: Panduan Lengkap
15 Juni 2026 Bukan Hari Libur: Harus Terus Bekerja
Cuaca 14 Juni: Sebagian Jawa Tengah Hujan Ringan, Cerah
Dusun Pentil: Sejarah Nama, Pasar, dan Tradisi Nazar
Bulan Muharram: Mulai Tahun Baru Islam Puasa dan Doa
Berita Terbaru
Trump Klaim Kesepakatan Iran, Selat Hormuz Akan Terbuka
Batu Lingga Abad IX Ditemukan di Klaten, Tertulis Palyangan
Piton 2 Meter Masuk Warung, Damkar Evakuasi Warga Pagi
Presiden Megawati Kunjungi Blitar, 654 Personel Siap Amankan
Tantangan 7 Gambar: Uji Ketelitian Mencari Perbedaan
Pemerintah Tambah Perluasan Jaringan Internet di Pedesaan
Harga Emas Antam Turun Rp 32.000/Gram Akhir Pekan 8–13 Juni
